Untuk Bangun Pagar, Komite dan Kepsek SDN 012 Tambusai Kutip Rp.300 ribu per Siswa

Editor: romi syah author photo

 


"Itu kesepakatan bersama dengan orangtua/wali murid pada rapat internal Komite dan orangtua /wali murid.Disepakati kalau untuk pembangunan pagar diminta sumbangan kepada orangtua/ wali murid Rp.300 ribu per siswa,"kata Ketua Komite SDN 012 Tambusai, M.Hasonangan.

dailysatu.com- Alasan pembangunan pagar sekolah, Komite SDN 012 Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kutip uang sebesar Rp.300 ribu kepada orangtua/wali murid.

Hal itu diketahui dailysatu.com, dari beredarnya surat pemberitahuan yang disampaikan kepada para orangtua/wali murid.

surat pemberitahuan pengutipan uang sebesar Rp.300 ribu oleh Pihak Sekolah dan Komite SDN 012 Tambusai

Didalam surat itu tertulis bahwa pengutipan uang Rp. 300 ribu per siswa diperuntukkan untuk pembangunan pagar di sekolah tersebut.

Dimana, pembayaran selama tiga bulan dimulai dari Maret hingga Mei 2022.

dailysatu.com, mencoba komfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 012 Tambusai bernama Azharuddin pada Jumat 11 Maret 2022.

Saat dihubungi, Azharuddin mengaku bahwa itu sudah berdasarkan kesepakatan melalui rapat antara Komite dan para orangtua/ wali murid.

"Begitupun coba langsung ke Komite ya, "ujarnya singkat.

Ketua Komite SDN 012 Tambusai, M.Hasonangan dikomfirmasi dailysatu.com, mengaku bahwa pengutipan uang sebesar Rp.300 per siswa sesuai kesepakatan bersama dan rapat internal pada 2 Maret 2022 kemarin.

"Itu kesepakatan bersama dengan orangtua/wali murid pada rapat internal Komite dan orangtua /wali murid pada 2 Maret 2022 lalu.Disepakati kalau untuk pembangunan pagar diminta sumbangan kepada orangtua/ wali murid Rp.300 ribu per siswa,"katanya.

Kata Hasonangan, bahwa pembangunan pagar itu dikarenakan tanaman yang ada di SDN 012 Tambusai kerap dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

"Jadi, sebagai mitra, maka kami inisiasi untuk bangun pagar sekolah.Uang Rp.300 ribu per siswa itu dibayar selama 3 bulan sejak Maret-Mei.Dan, bagi siswa miskin dan siswa tidak mampu tidak dibebankan,"jelasnya.

Saat disinggung, apakah Komite dan Sekolah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dispora) Rohul untuk minta bantuan dari Dinas terkait pembangunan pagar sekolah tersebut, Hasonangan mengaku tidak berkoordinasi.

"Tidak, tidak ada koordinasi ke Dispora Rohul.Karena Komite adalah mitra sekolah maka sebagai mitra kami rapat internal dengan para orangtua dan wali murid untuk membangun pagar sekolah,"tutupnya. (ds/ali)


Share:
Komentar

Berita Terkini