Tersangka PETI ,AAN Tebar Teror di Medsos

Editor: romi syah author photo
Tangkapan layar medsos fb diduga tersangka PETI di Madina Akhmad Arjun Nasution (AAN)


dailysatu.com- Tersangka penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Daerah Aliran Sungai Batang Natal Kecamatan Batang Natal yang telah ditetapkan Dirreskrimsus Polda Sumut sebagai Tersangka pada September 2020 lalu terus menebar teror terhadap wartawan di Madina, yang terus memberitakan proses hukum yang sedang berjalan di Ditreskrimsus Polda Sumut.


Tersangka yang diduga juga menjadi dalang pemukulan salah seorang Wartawan TopMetroNews.com bernama Jeffry Barata Lubis (JBL) Jum'at (4/3) yang lalu. Jeffry  dikeroyok oleh utusan pemilik tambang emas tanpa izin yang memintanya untuk tidak memberitakan terkait penetapan tersangkanya oleh Unit III Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut.


Dalam postingan Akun media sosialnya tersangka, Akhmad Arjun Nasution yang dibuat dan menyertakan beberapa akun-akun ormas-ormas, memuat tulisan "Hargai Dirimu (MS), (YL) Jangan Mampaatkan LSM Mu untuk memancing emosi, Kalau Mau Perang, peranglah pribadi saya tolong jangan singgung dengan kata-kata diduga. Maaf Aku bukannya takut menghadapi kalian tapi Aku hanya takut mengadapi kekuatan yang ada bersamaku membuat Kalian berdua mati sia-sia". Postingan itu dimuat pada Jum'at (18/3).


Sementara dilain pihak, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada Wartawan menyampaikan Tersangka AAN tidak ditahan karena kooperatif dalam pemeriksaan yang di jalankan Unit III Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut. Kabid Humas juga menjelaskan dalam kasus pengeroyokan wartawan di Madina AAN belum terindikasi sebagai tersangka. 


"Sudah ada tujuh saksi yang kami periksa. Namun belum ada mengarah ke AAN terkait pengeroyokan tersebut. Namun, jika dalam proses penyelidikan nanti ada temuan-temuan baru, tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka dari yang sudah kita paparkan kemarin," ucapnya di sela-sela menemani Kapolda dalam kunjungan meninjau vaksinasi di Kabupaten Madina, Jumat (18/3).


Kabid Humas juga mengatakan berkas perkara pengeroyokan tersebut akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Hal ini juga dibenarkan oleh kuasa hukum, Jeffry Barata Lubis, Amrizal SH MH yang juga menjabat Direktur LBH PWI Sumut.


"Saya dapat informasi bahwa berkas kasus itu sudah dikirimkan ke Kejati. Infonya Jumat ini dikirimkan penyidik ke jaksa untuk diteliti dan akan segera tahap I," jelas Amrizal yang dihubungi via seluler, Jumat (18/3). (Reza)

Share:
Komentar

Berita Terkini