Soal Kutipan Rp.300 ribu per siswa Kadispora Rohul Panggil Kepsek dan Komite SDN 012 Tambusai

Editor: romi syah author photo
Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, Rokan Hulu (Rohul) Margono


dailysatu.com-Soal pungutan Rp.300 ribu per siswa untuk pembangunan pagar sekolah,  Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dispora) Rohul, Margono mengaku memanggil Kepala Sekolah (Kepsek) dan Ketua Komite SDN 012 Tambusai.


Dijumpai dailysatu.com di ruangan kerjanya, Senin 14 Maret 2022, Margono mengaku sudah menghubungi Kepsek dan Komite.


"Sudah, sudah kita minta Kabidnya (Kabid Dikdas-red) untuk memanggil Kepsek dan Komite untuk diminta klarifikasi terkait soal pungutan itu.Dari informasi Kepsek kalau itu belum berjalan masih bersifat pemberitahuan saja ke para orangtua/ wali murid,"sebutnya.


Dikatakan, lanjutnya,nanti dari hasil pertemuan pihak Dinas dan Kepsek serta Komitenya jika itu menyalah kemungkinan Dinas minta tidak dilanjutkan.


"Nanti (siang ini) Kepsek dan Komitenya kemari, udah kita panggil, "tandasnya. 


Diberitakan sebelumnya, Alasan pembangunan pagar sekolah, Komite SDN 012 Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kutip uang sebesar Rp.300 ribu kepada orangtua/wali murid.


Hal itu diketahui dailysatu.com, dari beredarnya surat pemberitahuan yang disampaikan kepada para orangtua/wali murid.


Didalam surat itu tertulis bahwa pengutipan uang Rp. 300 ribu per siswa diperuntukkan untuk pembangunan pagar di sekolah tersebut.


Dimana, pembayaran selama tiga bulan dimulai dari Maret hingga Mei 2022.


dailysatu.com, mencoba komfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 012 Tambusai bernama Azharuddin pada Jumat 11 Maret 2022.


Saat dihubungi, Azharuddin mengaku bahwa itu sudah berdasarkan kesepakatan melalui rapat antara Komite dan para orangtua/ wali murid.


"Begitupun coba langsung ke Komite ya, "ujarnya singkat.


Ketua Komite SDN 012 Tambusai, M.Hasonangan dikomfirmasi dailysatu.com, mengaku bahwa pengutipan uang sebesar Rp.300 per siswa sesuai kesepakatan bersama dan rapat internal pada 2 Maret 2022 kemarin.


"Itu kesepakatan bersama dengan orangtua/wali murid pada rapat internal Komite dan orangtua /wali murid pada 2 Maret 2022 lalu.Disepakati kalau untuk pembangunan pagar diminta sumbangan kepada orangtua/ wali murid Rp.300 ribu per siswa,"katanya.


Kata Hasonangan, bahwa pembangunan pagar itu dikarenakan tanaman yang ada di SDN 012 Tambusai kerap dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.


"Jadi, sebagai mitra, maka kami inisiasi untuk bangun pagar sekolah.Uang Rp.300 ribu per siswa itu dibayar selama 3 bulan sejak Maret-Mei.Dan, bagi siswa miskin dan siswa tidak mampu tidak dibebankan,"jelasnya.


225 Siswa


Dari data melalui laman sekolah.data.kemendikbud.go.id, jumlah siswa di SDN 012 Tambusai berjumlah 225 siswa yang terdiri dari Siswa Laki-laki : 111 orang  dan Siswa Perempuan : 114 orang. (ds/ali/romi syah)

Share:
Komentar

Berita Terkini