Pocong dan Paksa Masuk Kantor Bupati, Mahasiswa Tuntut Bekukan SMGP

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Aliansi Mahasiswa Bersatu Madina melakukan aksi demonstrasi dengan memberikan pocong menuntut pemerintah Kabupaten Madina untuk segera membekukan operasional PT. Sorik Merapi Geothermal Powerplant (SMGP).


 Aksi yang dilakukan kurang lebih tiga puluhan mahasiswa dan mahasiswi ini pun sempat diwarnai insiden saling dorong antar mahasiswa dengan para petugas Polres Madina serta Satpol PP yang mengamankan aksi tersebut. 


Aksi yang dilakukan di depan kantor Bupati Madina, Kamis (24/3) ini tidak mendapatkan tanggapan dari Bupati maupun Wakil Bupati Madina. 


Aksi yang awalnya berjalan normal ini akhirnya harus diwarnai dengan aksi saling dorong karena mahasiswa merasa tidak dipedulikan oleh Kepala daerah di Madina. Mahasiswa meminta agar Bupati atau Wakil Bupati Madina bisa menerima mereka untuk mendengarkan keluhan mereka terhadap SMGP.


"Kami sebagai masyarakat hanya ingin mengadu kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati terkait kasus keracunan masyarakat di daerah operasional SMGP. Kejadian ini sudah dua kali terjadi. Pertama, tahun 2020 kemarin menelan korban lima orang yang meninggal dunia. Saat ini sekitar 58 orang walaupun tidak ada korban jiwa," ucap Ahmad Hidayat Batubara, koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Madina Bersatu.


Dia juga mengatakan, dengan tidak adanya perwakilan baik bapak Bupati HM. Jakfar Sukhairi Nasution, ataupun ibu Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi merupakan cerminan bahwa tidak perdulinya pemerintah daerah terkait korban-korban yang jatuh karena keracunan SMGP. 


"Kami meminta agar Ibu Atika yang katanya ingi beri perubahan di Madina untuk menemui kami. Dimana Ibu Bupati, mengapa takut untuk menemui kami padahal kami adalah pemilihnya," jelas Ahmad. 


Aksi ini sebenarnya telah diterima oleh Sekretaris daerah Kabupaten Madina, Drs. Gozali Pulungan MM. Sekda juga menjelaskan alasan mengapa Bupati dan Wakil Bupati tidak ada di kantor. Menurutnya, saat ini Bupati dan Wakil Bupati sedang berada di luar kota untuk melaksanakan dinas. 


"Ibu wakil bupati saat ini menghadiri RUPS Bank Sumut. Jadi saat ini beliau tidak bisa menemui adik-adik mahasiswa. Jadi saya siap menerima dan menjawab pertanyaan adik-adik mahasiswa," ujarnya. 


Sekda yang didampingi oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Madina, Kafsan Usman Nasution menjelaskan saat ini tim investigasi yang dilakukan oleh Forkominda sudah memberikan hasil investigasi kepada Dirjen Energi Baru dan Terbarukan. 


"Hasil investigasi sudah diserahkan kepada Dirjen. Perihal untuk memberhentikan operasional SMGP kami dari pihak Pemerintah daerah tidak bisa melakukannya, karena SMGP adalah proyek nasional sehingga yang memiliki hak untuk membekukan operasionalnya itu adalah pemerintah pusat," jelas Sekda. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini