Lokasi Maksiat Marak Di Asahan, Bupati Dituding Tidak Becus Mengurus Asahan

Editor: romi syah author photo


Jangan karena untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),dengan membayar Peraturan Daerah (Perda). Lantas Pemkab Asahan seenaknya saja memberikan izin beroperasi pada pengusaha yang membuka usahanya yang berbau maksiat membukanya hingga pagi hari," tegas Husni Mustofa.


dailysatu.com- Bupati Asahan H Surya Bsc dan Wakil Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar dituding tidak serius dan tidak becus mengurus Pemerintah Kabupaten Asahan. Pasalnya,sejak keduanya terpilih jadi pemimpin di Asahan lokasi maksiat kian marak di kabupaten yang dikenal kabupaten Iman dan Taqwa (Imtaq).


Hal itu dikatakan oleh Pengurus Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara,Husni Mustofa S.Kom.I pada wartawan, Rabu (16/3) di Kisaran. Menurut Husni Mustofa, sejak kabupaten Asahan dipimpin Surya dan Taufik, aura Kabupeten Religius hilang.


Sebab,sejak keduanya memimpin banyak lokasi lokasi Cafe,SPA,PUB dan Karaoke yang diduga sebagai sarang maksiat yang membuka usahanya di Asahan hingga larut malam.


"Jangan karena untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),dengan membayar Peraturan Daerah (Perda). Lantas Pemkab Asahan seenaknya saja memberikan izin beroperasi pada pengusaha yang membuka usahanya yang berbau maksiat membukanya hingga pagi hari," tegas Husni Mustofa.



Senada, Seketaris Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Asahan, Muhamad Iqbal Situmorang menuding maraknya lokasi lokasi maksiat di Asahan, akibat tidak pedulinya Bupati dan wakil Bupati Asahan dengan kondisi kabupaten yang dikenal religius itu.


Sebab,semua pengusaha membuka usaha SPA,PUB dan Karaoke di dekat Mesjid Agung Kisaran. Akan tetapi,Bupati dan Wakil Bupati Asahan terkesan tutup mata dan tutup telinga.


"Lokasi PUB Vegas Bisto and Karaoke membuka usahanya sampai pagi dengan dentuman musik Disk Joki (DJ), berada dekat dengan Mesjid Agung. Namun Pemkab Asahan tidak ada memberikan tindakan atau teguran pada pengusahanya," ujar Sekretaris GP Ansor Asahan, Muhammad Iqbal Situmorang pada wartawan, Rabu (16/3).


Dari sini ,kata M.Iqbal Situmorang, terlihat tidak peduli dan cueknya kedua pejabat Asahan itu dalam menyikapi maraknya lokasi maksiat di Asahan.


Karena,menurut catatan kami,sambung M.Iqbal Situmorang, ada beberapa lokasi yang diduga sebagai lokasi maksiat yang menyediakan pelayanan wanita, yakni karaoke Vegas dan Bistro, Distrik SPA, Station SPA,Salon, dan Gusuk Refleksi yang berada di Komplek Graha Terminal berdekatan dengan Mesjid Agung Jalan Jenderal Ahmad Yani Kisaran. 


Selain itu,ada lagi lokasi Karoke yang memberikan pelayanan Wanita berbaju sexsi sebagai pemandu karaokenya. Yakni,Karaoke Kasih yang berada di Komplek Perumahan  DL. Sitorus dan Karaoke Tree dekat kantor Sat Pol PP Asahan.


"Kami minta Pemkab Asahan untuk segera menutup lokasi lokasi tersebut. Karena sebentar lagi Bulan Suci Ramadhan. Kalau tidak juga,kami yang akan turun langsung untuk melakukan aksi demonstrasi dengan menutup paksa semua lokasi tersebut," ancam M.Iqbal. Situmorang.


Terpisah, Bupati Asahan Surya BSc ketika dikonfirmasi wartawan melalui Kadis Kominfo Asahan, Syamsuddin SH mengaku mohon waktu untuk saya kordinasikan dulu dengan terkait.


"Saran Awak,kalau ada waktu. Jumpain langsung Kabid Penegakan Sat Pol Aja," ujar juru bicara Pemkab Asahan tersebut pada wartawan melalui saluran aplikasi WhatsApp nya.(hendri)

Share:
Komentar

Berita Terkini