Kutipan Rp.300 Ribu per siswa di SDN 012 Tambusai, Ombudsman : Itu Pungutan!!!

Editor: romi syah author photo
Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Riau, Ahmad Fitri

Kepala Ombudsman Perwakilan Riau, Ahmad Fitri menyebut bahwa pengutipan yang dilakukan oleh Komite SDN 012 Tambusai masuk kategori 'pungutan' dan itu telah melanggar  Pasal 12 Permendikbud 75 tahun 2016. 

dailysatu.com- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Riau angkat bicara soal pengutipan uang sebesar Rp.300 ribu per siswa oleh Komite Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Tambusai untuk pembangunan pagar sekolah.


Dihubungi dailysatu.com, Sabtu 12 Maret 2022, Kepala Ombudsman Perwakilan Riau, Ahmad Fitri menyebut bahwa pengutipan yang dilakukan oleh Komite SDN 012 Tambusai masuk kategori 'pungutan' dan itu telah melanggar  Pasal 12 Permendikbud 75 tahun 2016. 


"Dimana disebutkan kalau Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya,"jelasnya.


Bahkan yang lebih parah, katanya, pungutan dalam sekolah tersebut dapat dikenakan sanksi pidana. Satgas Saber Pungli menyatakan bahwa perbuatan pungutan yang dilakukan oleh Satuan Pendidikan Dasar maupun Komite Sekolah tersebut merupakan suatu perbuatan tindak pidana. 


"Apabila pelakunya merupakan Aparatur Sipil Negara dapat dijerat Pasal 423 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun sedangkan apabila pelakunya bukan Aparatur Sipil Negara terancam pasal 368 KUHP dengan pidana pemerasan dan dapat dipidana penjara paling lama 9  tahun,"jelasnya. 


Disebutkan, banyak didapati setiap pungutan yang dilakukan disekolah dilakukan dengan berkedok berupa sumbangan demi kemajuan mutu pendidikan sekolah tersebut. Masyarakat sering terkecoh dengan kata-kata sumbangan komite sekolah, padahal kalau dilihat lagi dari sifatnya, "sumbangan" tersebut telah ditentukan besaran jumlah dan waktu pembayarannya. Berarti penggalangan dana tersebut adalah pungutan bukan sumbangan.


"Pihak sekolah seringkali berkilah bahwa sumbangan komite sekolah (padahal pungutan) tersebut dilakukan atas dasar kesepakatan para orang tua/wali murid dalam rapat paripurna yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah. Bahkan seringkali didapati dalam surat undangan rapat paripurna yang ditujukan kepada orang tua/wali murid tersebut langsung terdapat klausul apabila orang tua/wali murid berhalangan atau tidak hadir dalam rapat, dianggap menyetujui setiap kesepakatan yang diperoleh pada saat rapat komite sekolah". Hal ini tentu saja mencederai instegritas sekolah baik secara langsung maupun tidak langsung,"sebutnya.


Untuk itu, sambung Fitri, terkait soal "sumbangan" yang dilakukan oleh pihak Komite Sekolah di SDN 012 Tambusai, bagi para orangtua/wali murid yang merasa keberatan dengan penggalangan dana itu bisa mengajukan keberatannya kepada pihak sekolah dan Komite Sekolah di sekolah tersebut. 


"Kalau perlu bisa ke Disdik maupun ke Ombudsman Perwakilan Riau,"tandasnya.



Diberitakan sebelumnya, Alasan pembangunan pagar sekolah, Komite SDN 012 Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kutip uang sebesar Rp.300 ribu kepada orangtua/wali murid.


Hal itu diketahui dailysatu.com, dari beredarnya surat pemberitahuan yang disampaikan kepada para orangtua/wali murid.


Didalam surat itu tertulis bahwa pengutipan uang Rp. 300 ribu per siswa diperuntukkan untuk pembangunan pagar di sekolah tersebut.


Dimana, pembayaran selama tiga bulan dimulai dari Maret hingga Mei 2022.


dailysatu.com, mencoba komfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 012 Tambusai bernama Azharuddin pada Jumat 11 Maret 2022.


Saat dihubungi, Azharuddin mengaku bahwa itu sudah berdasarkan kesepakatan melalui rapat antara Komite dan para orangtua/ wali murid.


"Begitupun coba langsung ke Komite ya, "ujarnya singkat.


Ketua Komite SDN 012 Tambusai, M.Hasonangan dikomfirmasi dailysatu.com, mengaku bahwa pengutipan uang sebesar Rp.300 per siswa sesuai kesepakatan bersama dan rapat internal pada 2 Maret 2022 kemarin.


"Itu kesepakatan bersama dengan orangtua/wali murid pada rapat internal Komite dan orangtua /wali murid pada 2 Maret 2022 lalu.Disepakati kalau untuk pembangunan pagar diminta sumbangan kepada orangtua/ wali murid Rp.300 ribu per siswa,"katanya.


Kata Hasonangan, bahwa pembangunan pagar itu dikarenakan tanaman yang ada di SDN 012 Tambusai kerap dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.


"Jadi, sebagai mitra, maka kami inisiasi untuk bangun pagar sekolah.Uang Rp.300 ribu per siswa itu dibayar selama 3 bulan sejak Maret-Mei.Dan, bagi siswa miskin dan siswa tidak mampu tidak dibebankan,"jelasnya.


225 Siswa


Dari data melalui laman sekolah.data.kemendikbud.go.id, jumlah siswa di SDN 012 Tambusai berjumlah 225 siswa yang terdiri dari Siswa Laki-laki : 111 orang  dan Siswa Perempuan : 114 orang. (ds/ali/romi syah)


Share:
Komentar

Berita Terkini