Kapal Pengangkut PMI Karam di Selat Malaka, 2 Orang Meninggal 85 Selamat

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan (TBA) yang merupakan salah satu Lanal dibawah jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Lantamal), bersinergi dengan Basarnas dan Polairud berhasil mengevakuasi penumpang yang ternyata adalah Pekerja Migran Illegal (PMI)  dari kapal Kayu yang karam di Tanjung Api, Selat Malaka, Sabtu (19/03/2022).

Komandan Lanal TBA Letkol Laut (P) Aan P.T Sebayang yang mendengar informasi adanya kapal yang karam, segera memerintahkan

Komandan Posal Sei Berombang Letda Laut (T) Wahid Nurhidayat, untuk berkoordinasi dan bekerjasama dengan Basarnas, Airud dan masyarakat nelayan setempat untuk menyelamatkan PMI Ilegal tersebut. 

Selanjutnya personel Lanal TBA dan Basarnas segera mengevakuasi  dengan menggunakan Patkamla P.  Jemur, Patkamla I - 1 - 57, Kal Pandang dan Kapal Basarnas RB 301. 

Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Johanes Djanarko Wibowo menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut akan memaksimalkan kembali, pencarian dan pertolongan terhadap korban yang kapalnya karam dan diduga bocor karena kelebihan muatan. Hal tersebut dilakukan dengan mengerahkan potensi yang dimiliki oleh Lanal TBA baik Personel maupun Alutsista.

Langkah cepat dalam penyelamatan atau evakuasi terhadap 85 PMI Illegal kapal kayu, yang dilakukan oleh prajurit Lanal TBA merupakan salah satu implementasi pelaksanaan Perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono yaitu memaksimalkan personel maupun Alutsista TNI AL dalam upaya misi kemanusiaan.

Korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 85 Orang, 2 (dua) diantara nya diketemukan telah meninggal dunia, selanjutnya korban yang selamat segera dibawa ke pos SAR tanjung Balai Asahan untuk didata dan  diserahkan ke Polres Asahan untuk diproses lebih Lanjut. (Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini