Anggota Satrekoba Dikeroyok, JD pun Diamankan Bersama Barang Bukti.

Editor: romi syah author photo



dailysatu.com- Briptu Rio, anggota Satuan Reskrim dan Narkoba (Satreskoba) Polres Mandailing Natal yang menjadi korban pengeroyokan puluhan anggota keluarga tersangka bandar Narkoba di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kamis (24/3) dini hari tadi saat ini sudah dalam kondisi baik-baik saja. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul Akbar SIK, SH.

"Kondisinya sudah baik-baik saja. Hanya luka-luka kecil saja. Tidak perlu dikhawatirkan," jelasnya melalui WhatsApp kepada dailysatu, Kamis (24/3) siang tadi. 

Menurut Kapolres saat ini, tersangka sudah juga diamankan oleh Satreskoba Polres Madina untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Dia juga menjelaskan dari tangan tersangka juga diamankan 15 gram sabu-sabu.

Ditempat berbeda, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, melalui Kabid Penertiban Umum (Trantibum) Ismail Saleh Dalimunthe, menjelaskan tersangka berinisial JD memang merupakan anggota Satpol PP Madina. Namun tersangka bukan sebagai pegawai negeri sipil. 

"Benar, dia memang anggota kita. Tapi bukan pegawai negeri. Dia termasuk tenaga honorer di Satpol PP," jelasnya melalu pesan Whatsapp. 

Kasus pengeroyokan kepada anggota Satresnarkoba Polres Madina bermula ketika beberapa anggota berusaha untuk mengamankan terduga JD yang sudah menjadi target operasi. Namun ketika akan diamankan, anggota Satreskoba ini dihadang dan dikeroyok oleh keluarga terduga  

Akibat dari pengeroyokan tersebut, anggota Satreskoba tersebut harus dilarikan kerumah sakit karena mengalami luka-luka ringan. Meski mengalami luka-luka dan kalah dalam jumlah, anggota Satreskoba Polres Madina, tetap berhasil menangkap bandar narkoba berinisial JD yang merupakan anggota Satpol PP Kabupaten Madina. Polisi juga menyita paket sabu seberat lima gram.

Dihadapan petugas, JD mengaku sudah satu tahun ini mengedarkan sabu. Dia mengelak menjual sabu kepada pegawai di lingkungan kerjanya, dan hanya menjual sabu di kampungnya saja. Saat ini polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan, karena sabu tersebut disinyalir diedarkan kepada para ASN dan dikendalikan dari dalam lapas. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini