Dituding Banyak Dugaan Praktek Korupsi, Alamp Aksi Minta Kajati Panggil Rektor UINSU

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com - Belasan massa melakukan aksi demonstrasi didepan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, senin ( 21/03/22).


Massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa & Pemuda Anti Korupsi (PB ALAMP AKSI) itu, "menuding" telah terjadi dugaan praktek korupsi dalam pembangunan proyek di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).


Adapun "tudingan" itu antara lain pada pengerjaan proyek  pembangunan jalan beton Kampus II, Pancing UIN Sumut, Medan, dengan pagu anggaran Rp. 5.999.754.000,00.


" Kami menduga adanya “aroma” praktik korupsi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Berdasarkan pengamatan kami, diduga telah terjadi praktik KKN pada proyek Pembangunan Jalan Beton Kampus II Pancing UIN Sumut Medan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 5.999.754.000,00. Proyek yang bersumber dari BLU 2021 tersebut dikerjakan oleh CV Harapan Baru. Kuat dugaan kami, seharusnya proyek tersebut menggunakan  mutu beton K225. namun fakta dilapangan diduga proyek tersebut memiliki mutu beton K175. Tak hanya itu, diduga kuat jalan beton tersebut pun memiliki ketebalan yang tidak sesuai dengan standarisasinya," ungkap massa dalam orasinya.


Menurut massa, tidak hanya itu saja. Dugaan korupsi lainnya yaitu  pada proyek Pembangunan Drainase Kampus II Pancing UIN Sumut Medan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 4.000.243.000,00. Proyek yang bersumber dari BLU 2021 tersebut dikerjakan oleh CV. Jakronah. 


"Pada proyek ini, kami menemukan bahwa Cover U Ditch (penutup saluran drainase) banyak yang sudah berlumut. Maka pantut diduga bahwa Cover U Ditch (penutup saluran drainase) yang digunakan merupakan barang yang lama (bekas). Diduga kuat juga dinding drainase tersebut hanya di lakukan plester agar nampak seperti baru," beber koordinator aksi Ismudin Bancin.


Kemudian, massa juga membeberkan adanya dugaan proyek mangkrak  lanjutan pembangunan gedung penanaman modal dan pelayanan perizinan Terpadu  Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Asahan mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan. 


Pasalnya, proyek yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)  Kabupaten Asahan Tahun Angara (TA)  2021 disebut-sebut belum selesai pengerjaan melewati batas waktu kontrak. 


"Kita sayangkan, disaat kondisi pemerintah mengalami pandemi covid-19,  Pemkab Asahan yang terkesan menyayat hati masyarakat dengan menggelontorkan anggaran besar untuk pembangunan yang mubazir ditambahlagi tidak selesai," papar massa dalam orasinya.


Menurut massa dalam orasinya, dugaan proyek mangkrak  lanjutan pembangunan gedung (PMPTSP) dimenangkan  CV Fariz Pratama,  dengan nilai kontrak proyek senilai Rp 2.917.795.271,49. Sesuai dengan kontrak, pengerjaan proyek dimulai terhitung tanggal 16 september 2021,  denga batas pengerjaan selesai 23 Desember 2021.


"Sekarang sudah masuk akhir bulan Februari 2022. Seharusnya,  sudah tahapan pelaksanaan kegiatan PHO (Provisional Hand Over) dan FHO (Final Hand Over), jika dilihat dilokasi,  hasil pengerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi"Jelas massa aksi. 


Massa menyebutkan,  dilihat dilokasi bangunan, situasi bangunan saat ini sudah banyak yang hancur dan rusak. Proyek yang menggunakan anggaran miliara tersebut, terkesan dingin tak tersentuh hukum. Bupati Surya yang terkesan bungkam terhadap proyek mangkrak ini diduga berkaitan dengan keluarganya. 


"Kami mendapat informasi, diduga monopoli proyek juga terjadi yang disebut-sebut bagian keluarga Bupati Asahan. Termasuk proyek ini diduga pekerjaan keluarga dekat Bupati.Sehingga kami turun mengumpul bukti untuk kami laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) "Tegas massa aksi. 


Untuk itu massa dalam orasinya, mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) agar segera mengusut tuntas berbagi dugaan praktik korupsi tersebut.


 Massa diterima oleh staf Kejatisu JP Lumbanbatu yang mengatakan, segera menyampaikan kepada pimpinan dan meminta bukti- bukti pendukung atas aspirasi yang disampaikan massa aksi tersebut.(ds/red).

Share:
Komentar

Berita Terkini