Ada Apa soal Tapal Batas Rohul-Palas atau Apa Ada?

Editor: romi syah author photo
Gapura yang terletak di Jalan Perbatasan Lintas Riau-Palas.


Pemkab Rohul dianggap sepele soal aset di daerah perbatasan daerah di Desa Tambusai Barat, Rohul dan Desa Sungai Korang, Palas ini.Apalagi, katanya terkait soal itu sudah dua kali ada Permendagri soal tapal batas daerah itu sejak 2018 yang diperbaharui dengan Permendagri 81 Tahun 2019, ini alasan lagi nunggu revisi.Ada apa soal tapal batas ini, atau apa ada?, "kesal Umri Hasibuan


dailysatu.com- Persoalan tapal batas daerah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara (Sumut) terus menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat di negeri seribu suluk ini.


Ini, kenapa? karena banyak 'pertanyaan' yang hingga berita ini dinaikkan dailysatu.com, belum terjawab dan penuh misteri soal status lahan di perbatasan Desa Tambusai Barat, Kecamatan Tambusai dengan Desa Sungai Korang, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas.


Kendati, beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul melalui Kabag Kerjasama dan Administrasi Kewilayaan Rokan Hulu, M.Franovandi 'ngotot' mengaku bahwa lahan di perbatasan antara Rohul-Palas adalah milik Pemkab Rohul.


Namun, pernyataan mengejutkan justru datang dari Kabid Aset, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Ayatullah yang justru menyebutkan tidak mengetahui soal tapal batas daerah di Desa Tambusai Barat apakah bagian dari aset Pemkab Rohul.


Ayat, menyebut soal tapal batas daerah itu ranahnya Bagian Administrasi Wilayah (Adwil).


"Dan sejauh ini tidak ada data yang diterima BPKAD soal apakah itu aset milik Pemkab Rohul.Kalau itu jadi 'urusan' Adwil, maka kita belum ada terima data itu, "katanya saat ditemui dailysatu.com,  Selasa 15 Maret 2022.


Bahkan, katanya, soal data aset milik Pemkab Rohul, BPKAD sifatnya hanya menunggu laporan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dimana aset itu digunakan.


"Sayangnya banyak OPD di lingkungan Pemkab Rohul ini yang tidak melaporkan data asetnya.Itu yang membuat BPKAD kesulitan dalam mengumpulkan database aset yang dimiliki daerah ini, "tandasnya.


Warga Resah


Guna mengetahui apakah warga khususnya di daerah perbatasan Rohul-Palas mengetahui soal  tapal batas ini, tim dailysatu.com, pun mengumpulkan berbagai keterangan dari berbagai sumber termasuk masyarakat yang berdomisili di Dusun Gunung Intan, Desa, Tambusai Barat, Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.


Seorang warga bermarga Nasution menyebutkan sudah mengetahui soal persoalan tapal batas Rohul-Palas itu sejak 2019 lalu.


Nasution menyebutkan, bahwa Pemkab Lawas sempat akan mendirikan Gapura baru sebagai batas wilayah Rohul dan Palas.


"Rencana nya mau dibuat Gapura di sungai kecil yang ada si Jalan Lintas Provinsi Riau-Sungai Korang itu bang.Cuma saya dengar udah dikumpulkan pihak Camat, Kepala Desa dan katanya ada juga dari Pemkab Rohul dan Palas.Tapi, soal hasilnya enggak tau kami sejauh ini,"katanya.


Dituturkannya, jika sampai lepas wilayah khususnya di Desa Tambusai Barat ini akan membuat warga resah.


Karena dikhawatirkan akan sulitnya pengurusan administrasi lahan kebun milik masyarakat Rohul ini jika akhirnya 'terlepas' ke Pemkab Palas.


"Khawatir pasti adalah, karena tidak bisa dipungkiri pasti akan ada dampak berupa konflik horizontal antar warga, "keluhnya.


Dalam kesempatan itu, dia berharap Pemkab Rohul harus bisa mempertahankan wilayah yang menjadi aset daerah ini.


Ada Apa? atau Apa Ada?


Disisi lain, Aliansi Peduli Rohul, Umri Hasibuan kembali menyesalkan pernyataan Kabag Kerjasama dan Administrasi Kewilayaan Rokan Hulu, M.Franovandi karena alasan kesalahan salah tarik garis dalam penentuan Titik Koordinat (TK) di perbatasan Jalan Lintas Riau-Sumut atau Sungai Korang, Padang Lawas.


"Itu kan namanya Pemkab anggap sepele soal aset di daerah perbatasan ini.Apalagi, katanya terkait soal itu sudah dua kali ada Permendagri soal tapal batas daerah itu sejak 2018 yang diperbaharui dengan Permendagri 81 Tahun 2019, ini alasan lagi lagi nunggu revisi.Ada apa soal tapal batas ini, atau apa ada?, "kesalnya.


Jangan sampai, lanjutnya, Pemkab Rohul mengalami nasib serupa terkait aset di Desa yakni Desa Rimba Makmur , Desa Rimba Jaya, Desa Muara Intan, Desa Intan Jaya  dan Desa Tanah Datar yang saling klaim antara Pemkab Rohul dan Pemkab Kampar.


"Kita tidak mau hal itu terulang jika Pemkab tidak serius merespon persoalan daerah perbatasan Rohul dan Palas tersebut, "pungkanya. (ds/ali/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini