Peduli Sampah Nasional 2022, KFC Indonesia Bersihkan Pantai dan Laut di 10 Provinsi

Editor: dicky irawan author photo
KFC Indonesia membersihkan pantai dan laut di 10pProvinsi di Indonesia termasuk Provinsi Sumut bekerjasama dengan DCA, Senin (21/2/2022). (Foto: ist)

Dailysatu.com- Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2022 (HPSN 2022) yang jatuh pada 21 Februari 2022, KFC Indonesia mengadakan bersih pantai dan laut di 10 Provinsi di Indonesia. Bekerjasama dengan Divers Clean Action (DCA) kegiatan tersebut dilaksanakan secara serempak di Sumatera Utara (Sumut), Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku dan Maluku Utara. 

Kegiatan bersih pantai dan laut yang dilakukan oleh KFC Indonesia dan DCA melibatkan anak-anak muda yang tergabung dalam program Marine Debris Ranger (MDR), yaitu program yang digagas pada tahun 2020 oleh Divers Clean Action dan didukung KFC Indonesia, yang merupakan bagian dari PT Fast Food Indonesia, Tbk,  untuk mengajak masyarakat khususnya di daerah pesisir dalam mengatasi mengatasi permasalahan sampah yang ada di Indonesia. 

Berbagai kegiatan dilakukan dalam program ini seperti Beach Clean Up dan Sampling Sampah Pesisir, Sampling Rumah Tangga, Edukasi Sekolah, Door To Door Edukasi, Workshop Warga, dan membuat Media Kampanye kepada masyarakat untuk mengurangi serta mengelola sampah.

Chief Executive Officer PT Fast Food Indonesia Tbk, pemegang waralaba KFC di Indonesia, Eric Leong, mengatakan komitmen PT Fast Food Indonesia, Tbk dibidang lingkungan telah berlangsung sejak tahun 2007 melalui program “KFC Green Action” dan telah melakukan penanaman sejuta pohon di seluruh Indonesia. Hingga kini PT Fast Food Indonesia, Tbk, tetap memegang komitmen di bidang lingkungan lewat berbagai program yang dijalankan. 

“Kegiatan bersih pantai dan laut di HPSN 2022 merupakan bagian dari komitmen PT Fast Food Indonesia, yang memegang waralaba KFC di Indonesia dalam upaya perbaikan lingkungan yang telah berjalan sejak lama. Pada tahun 2017 KFC Indonesia merilis kampanye #NoStrawMovement yaitu pengurangan pemakaian sedotan plastik di seluruh gerai KFC di Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers diterima wartawan di Medan, Senin (21/2/2022).

Eric Leong menambahkan, pihaknya sangat senang karena kampanye #NoStrawMovement memberi dampak positif kepada masyarakat khususnya konsumen KFC dalam penggunaaan sedotan plastik sekali pakai. Hal itu yang mendorong KFC Indonesia untuk mendukung program lanjutan yang diinisiasi oleh Divers Clean Action, yaitu Marine Debris Ranger pada Maret 2020. 

Program ini berusaha menjangkau masyarakat dengan lebih luas dalam  penanggulangan sampah terutama di daerah pesisir. Sayangnya, pandemi covid 19 menerpa tidak lama setelah program dicanangkan. Beberapa program yang melibatkan masyarakat secara langsung menjadi terhenti. 

"Kendati demikian kami berhasil melakukan edukasi secara daring. Hingga saat ini MDR telah 49 kali melakukan bersih pantai dan laut, serta melakukan edukasi dan pelatihan terhadap lebih dari 2.500 orang. Jika tidak ada pandemi, angkanya pasti akan jauh lebih besar,” ujar Eric Leong. 

Lebih lanjut Eric Leong mengatakan, KFC Indonesia berharap kegiatan Bersih Laut dan Pantai di Hari Peduli Sampah Nasional kali ini memiliki andil dalam upaya penanggulangan sampah yang dicanangkan pemerintah Indonesia demi masa depan yang lebih baik.Diketahui, pada HPSN tahun ini kegiatan bersih pantai dan laut dilakukan dengan metode yang dikembangkan oleh Divers 

Clean Action bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan didukung oleh Universitas Pajadjaran yang bertujuan untuk mengumpulkan data sampah laut, sehingga dapat mengetahui karakteristik sampah disuatu daerah dan menciptakan metode penanggulangan serta pencegahan sampah yang tepat dan efisien.

Sejak awal dilaksanakan pada Maret 2020 program Marine Debris Ranger telah melakukan bersih pantai dan laut sebanyak 49 kali, melakukan edukasi dan workshop sekolah sebanyak 13 kali yang melibatkan lebih dari 1.000 murid mulai dari tingkat SD hingga SMA, juga edukasi dari rumah ke rumah dengan menemui lebih dari 1.300 kepala keluarga. Sementara sebanyak 883 orang telah mengikuti workshop atau pelatihan untuk warga. (DS/ dik)


Share:
Komentar

Berita Terkini