Minta Kejati Usut Anggaran Belanja Bandwith di Rohul , LSM BARA API akan Geruduk Kejati Riau

Editor: romi syah author photo
Sekjen DPP LSM BARA API, Afifuddin, SH saat orasi beberapa waktu lalu (istimewa)


dailysatu.com- Gerah dengan adanya dugaan penggelembungan anggaran belanja pengadaan jaringan internet (bandwith) di Dinas Komunikasi dan Informatika Rokan Hulu (Rohul) di APBD Rohul tahun 2018 hingga tahun 2020.


DPD LSM BARA API Riau dan DPC LSM BARA API Rokan Hulu (Rohul) akan menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Riau.


Dari informasi yang diterima dailysatu.com, Minggu 13 Februari 2022, undangan aksi di Kejati Riau telah diterima DPC LSM BARA API Rohul, yang langsung ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen DPP LSM BARA API, Bay Hakim dan Afifuddin, SH.


"Ya, kita akan melakukan aksi damai di Kejati Riau pada Rabu 16 Februari 2022 mendatang.Dimana kita meminta kepada Kajati Riau untuk mengusut aliran dana pengadaan jaringan internet (bandwith) oleh Dinas Kominfo Rohul  yang diduga digelembungkan sejak 2018 hingga 2020, "kata Plt Ketua DPD LSM BARA API Riau, Afifuddin, SH kepada dailysatu.com, Minggu 13 Februari 2022.


Kata Afifuddin, adanya aroma korupsi pada anggaran pengadaan jaringan internet di Diskominfo didasari karena diduga ada 'pengelabuan' pada nama paket kerjaan dimana dalam kontrak tertulis nama paket kerjaan adalah "Belanja Jaringan Internet Internasional".


Dimana, harga satuannya dinilai lebih mahal dari harga e-katalog sesuai amanah Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah.


"Karena kejanggalan itulah, kita menduga anggaran belanja pengadaan jaringan internet (bandwith) oleh Diskomnfo digelembungkan,"tegasnya.


Apalagi, kata Afif, berdasarkan penuturan dan hasil investigasi di lapangan di salah satu kantor SKPD di Pemkab Rohul, jaringan internet sangat lelet. Sehingga di  kantor SKPD itu memilih untuk menggunakan provider lain.


"Ini kan tanda tanya, begitu besarnya anggaran yang digelontorkan tapi jaringan internetnya lelet,"tegasnya.


Dari bukti-bukti itulah, katanya, DPD LSM BARA API dan DPC LSM BARA API merasa gerah dan dengan bukti-bukti hasil investigasi itu akan kami langsung serahkan ke Kejati Riau.


Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data yang kami peroleh,sambungnya,  bahwa harga satuan di belanja bandwith tahun 2020 dengan kapasitas 150Mbps manufaktur Mynet harga satuan Rp.112 juta.


Ditahun, 2019  dengan kapasitas 100Mbps harga satuannya yakni Rp.90 Juta. Sedangkan pada tahun 2018 dengan kapasitas 100Mbps harga satuan Rp.92 juta.


"Jadi sebagai perbandingan sesuai e-katalog yang kita lihat bahwa untuk jaringan domestik fiber optik bandwith dengan kapasitas 150Mbps dengan harga satuan Rp.37 juta lebih.Ini kan tanda tanya.Ada apa? atau apa ada?, "tegas Afif.


Untuk itu, tegas Afif, DPD LSM BARA API Riau secara langsung akan melaporkan dugaan penggelembungan anggaran bandwith di Dinas Kominfo ini ke Kejati Riau dan Polda Riau.


"Ya, dengan data yang kita miliki kita akan laporkan secara langsung ke Kejati dan Polda Riau dugaan penggelembungan anggaran pengadaan jaringan internet di Diskominfo Rohul,"tegasnya.(ds/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini