Kinerja Dianggap 'Gagal', LIPPSU Minta Walikota Medan Copot Kadis PU Medan

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com - Pengerjaan drainase di Kota Medan yang terkesan carut- marut yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan semakin menjadi perhatian publik. Pasalnya pengerjaan drainase yang terkesan Dilakukan asal jadi itu, sudah membuat resah warga Kota Medan.


Oleh karena itu, berbagai pengamat, pemerhati, Legeslatif, bahkan Lembaga Lembaga yang peduli akan pembangunan Kota Medan, meminta agar Walikota Medan segera mengambil sikap tegas terhadap Kadis PU Kota Medan, yang dianggap telah gagal dalam menjalankan kinerjanya.


" Walikota Medan Harus bersikap tegas terhadap Kadis PU yang kita anggap sudah gagal menjalankan kinerjanya. Kita bisa saksikan bersama- sama bagaimana carut- marutnya pekerjaan drainase di Kota Medan. Ini bukti dari ketidak seriusan bahkan kegagalan Kadis PU dalam menjalankan kinerja," ungkap salah seorang pemerhati pembangunan Kota Medan, Azhari Sinik, Jumat (11/02/2022). 


 Sikap tegas Walikota itu menurutnya, segera copot Kadis PU, ganti dengan orang yang memang benar- benar berkompeten agar Walikota tidak memilih 'kucing dalam karung'.


" Solusinya ya dicopot Kadis PU nya. Dan gantikan dengan pejabat yang benar- benar paham dengan segala pekerjaan yang dikerjakan oleh Dinas PU. Karena yang pantas untuk jabatan seorang Kadis PU itu ialah seorang tekhnokrat, bukannya birokrat," tegas Direktur Lembaga Independen Pemantau Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) ini.


Sementara beberpa waktu lalu,  Sejumlah mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan Lintas kajian kaum gerakan ( LINKKAR ) Sumatera Utara mendatangi kantor walikota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin, (07/02/22).


Kedatangan sejumlah mahasiswa dan pemuda ini berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, dan meminta kepada Walikota Medan agar mengevaluasi kinerja serta mencopot kepala dinas pekerjaan umum (PU) kota Medan Topan O Ginting, yang mereka anggap tidak mampu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam mengemban jabatannya sebagai Kadis PU Kota Medan. Dalam orasinya Ade Pitrian Hasibuan menyampaikan, banyak sekali pekerjaan proyek drainase di Kota Medan yang carut marut penherjaannya.


"Sesuai hasil pemantauan kami di lapangan,  banyak pengerjaan Drainase yang amburadul dan semrawut. Mirisnya, pengerjaan beberapa drainase tersebut seharusnya berdasar kontrak kerja dinas PU dengan pelaksana kerja (kontraktor) sudah harus selesai pada tahun 2021 namun hingga saat ini masih belum selesaikan juga dikerjakan," teriak Ade dalam orasinya.


 Wakil Walikota Medan Aulia Rahman saat menerima massa menegaskan, akan segera menyampaikannya kepada Walikota Medan. Dan akan segera menindaklanjutinya, bagkan mengambil tindakan tegas.


"Mohon maaf sebelumnya, bapak walikota Medan sedang berada diluar kota, terkait apa yang rekan-rekan sampaikan akan segera kita tindak lanjuti dan mengambil tindakan tegas," kata Aulia.


Wakil walikota Medan juga menyampaikan,  permasalahan pengerjaan proyek drainase disejumlah titik kota Medan yang bermasalah tidak akan dibayar kepada kontraktor yang melaksanakan kegiatan tersebut.


 Dan tahun 2022, untuk sejumlah kontraktor yang tidak mengerjakan pengerjaan proyek dengan baik akan kita blacklist perusahaannya, dan tidak boleh lagi mengikuti kegiatan/proyek yang ada di lingkup kota Medan," ucapnya.(ds/red).

Share:
Komentar

Berita Terkini