Jaringan Internet Lelet, HMI : Diskominfo Diminta Tak Perpanjang Kontrak dengan PT Mayatama Solusindo

Editor: romi syah author photo
Ketum HMI Cabang Rohul, Wikki Yuliandra


dailysatu.com- Pelayanan jaringan internet atau bandwith di organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) yang dijalankan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dikeluhkan karena tidak maksimal dan kerap lelet.


Kondisi itu, membuat di beberapa OPD terpaksa memasang sendiri jaringan internet karena bandwith yang dijalankan Diskominfo Rohul dalam beberapa hari terakhir selalu lelet atau gangguan.


Diketahui, untuk belanja bandwith internet internasional itu, Diskominfo  Rohul di tahun 2020, anggaran belanja bandwith itu dengan uraian Mynet Fiber Optik Internasional dedicated 160Mbps dengan kuantitas 9 bulan dan harga satuan Rp.112 juta, dengan total harga Rp.1.153.440.000.


Tahun 2019, Mynet Fiber Optik Internasional dedicated 100Mbps dengan kuantitas 10 bulan dengan harga satuan Rp.90 juta dengan total harga Rp.900.000.000.


Sedangkan di tahun 2018, uraian Mynet Fiber Optik International selama 12 bulan dengan harga satuan Rp 92 juta dengan total sebesar Rp.1.104.000.000.


"Selama ini kami menggunakan Bandwith yang disediakan Diskominfo Rohul tapi itulah jaringan sering lelet.Maka kami pun terpaksa menggunakan provider lain untuk mendukung kelancaran khususnya pendataan,"kata salah seorang ASN di Disdukcapil Rohul yang meminta namanya tidak disebutkan dailysatu.com, Senin 14 Februari 2022.


Benar saja, saat dailysatu.com, meminta untuk membuka laman website untuk, kekuatan akses menggunakan jaringan internet (bandwith) Diskominfo tidak mampu membuka laman website dan tertera di laman komputer tersebut 'koneksi anda terganggu'.




Parahnya, dengan menggunakan speedtest untuk mendeteksi kekuatan jaringan bandwith Diskominfo itu hanya berkekuatan 1,2Mbps.



Seperti diketahui Bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps). Jadi bandwidth internet merupakan kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik.


Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hulu, Wikki Yuliandra meminta kepada Dinas Kominfo tidak memperpanjang kontrak dengan penyedia jasa belanja bandwith internet international di Diskominfo.


Dikatakan Wikki, berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa sejak kurun waktu 2018 hingga 2021, penyedia jasa pelayanan jaringan internet internasional itu hanya dimenangkan satu providen yakni PT.Mayatama Solusindo.


"Ada apa ini? kok bisa Diskominfo terus memperpanjang kontrak dengan PT (penyedia) itu selama 4 tahun.Toh,pelayanannya tidak maksimal,"tegasnya.


Dan, menurut Wikki, buruknya pelayanan sistem jaringan internet oleh pihak penyedia PT Mayatama Solusindo telah mengangkangi Perpres No.54 Tahun 2010  tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.


Apalagi, prinsip pengadaan barang/jasa menurut Pasal 5Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010  adalah efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.


"Namun nyatanya, berdasarkan data kami peroleh pemenang atau penyedia jasa pelayanan jaringan internet di OPD melalui Diskominfo hanya satu perusahaan saja yakni PT Mayatama Solusindo.Kenapa itu bisa terjadi?,tandasnya.


Sebelumnya, Kadis Kominfo Rohul, Yusmar menyebutkan bahwa soal perusahaan pemenang jasa belanja jaringan internet di Rohul sudah melalui prosedur dan dibuka secara terbuka di Unit Layanan Pengadaan (ULP)/LPSE Rohul.


"Tidak ada intervensi darimanapun itu, udah sesuai prosedur dan pengadaannya juga udah melalui ULP/LPSE Rohul,"tegasnya.(ds/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini