Dugaan Kasus Penipuan dan Penggelapan, Danru Security PT Arvena Sepakat/SML Inhu Dipolisikan

Editor: romi syah author photo
Kuasa Hukum Korban Penipuan dan Penggelapan dari Adli Juran,SH & Associate 


dailysatu.com- Dugaan kasus penipuan dan penggelapan uang gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) dengan total senilai  Rp. 64 juta, mantan tenaga pengaman (security) melaporkan Komandan Regu (Danru) PT Arvena Sepakat/SML berinisial SYD ke Polres Indragiri Hulu (Inhu).


"Ya, klien kita (pelapor) atas nama R.Hendrik Purnama telah melaporkan Danru security PT Arvena Sepakat bernama SYD ke Polres Inhu pada 8 November 2021 lalu atas sangkaan melakukan tindakan penipuan dan penggelapan sepihak dengan melakukan pemalsuan tandatangan si pelapor (korban) untuk mengambil gaji selama kurun waktu 16 bulan (Juli 2020-November 2021) dan THR dengan total senilai Rp.64 Juta, "kata Kuasa Hukum pelapor R.Hendrik Purnama, Adli Juran, SH kepada dailysatu.com, Jumat 4 Februari 2022.


Dijelaskan, dalam isi laporan tersebut, menyebutkan pelapor (korban) R.Hendrik Purnama merupakan mantan security di Perusahaan Perkebunan PT.Arvena Sepakat/SML yang terletak di Desa Aur Cina, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)dan telah bekerja selama 6 tahun.


Namun, gaji sejak Juli 2020 hingga November 2021 dengan rincian gaji sebesar Rp.3.8 juta dikali 16 bulan yakni sebesar Rp.60.800.000 dan  uang THR sebesar Rp.3,2 Juta jadi totalnya Rp.64 juta digelapkan secara sepihak oleh Danru Security PT Arvena Sepakat/SML berinisial SYD.


Lanjut Adli Juran, SH, pada 2 November 2021 Humas PT Arvena Sepakat/SML sempat menghubungi klien saya (R.Hendrik Purnama) untuk menjumpai terlapor SYD dikediamannya di Blok Sentral PT Arvena Sepakat/SML di Desa Pejangki, Inhu.


"Dalam pertemuan itu, klien saya meminta gajinya selama 16 bulan serta THR yang telah digelapkan sepihak  oleh SYD dengan cara memalsukan tandatangan klien saya.Namun, oleh SYD klien saya hanya disuruh kerja tanpa gaji dan kenderaan bermotor milik perusahaan.Jelas, dari pertemuan itu tidak ada itikad dari SYD untuk mengembalikan gaji yang digelapkannya secara sepihak kepada klien saya,"jelasnya.


Karena tidak ada itikad baik itulah, lanjut Adli Juran, SH pihanya bersama pelapor R.Hendrik Purnama lantas melaporkan SYD yang merupakan Danru Secutity PT.Arvena Sepakat/SML ke Polres Inhu pada 8 November 2021 dengan dugaan laporan penipuan dan penggelapan dan melanggar pasal 372 dan 378 KUHP.


Diproses


Dalam kesempatan itu, Adli Juran,SH berharap kepada Kapolres Inhu untuk segera memproses laporan yang diajukan oleh klien atas nama R.Hendrik Purnama tersebut.


Sebab, sejak 8 November 2021 lalu laporan pengaduannya di unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Inhu pihaknya terus mengawal kasus tersebut.


Namun, setiap kali dipertanyakan ke unit Tipiter Polres Inhu, Juru periksa (Juper) unit Tipiter Polres Inhu yang bernama Bripka Bona Hari Simanungkalit selalu menyebutkan kalau kasus ini masih berjalan.


"Kami berharap Penyidik Tipiter Polres Inhu bersikap objektif dan kontruktif sesuai perundang-undangan dan Saya yakin dengan motto Presisi yang dijunjung Kapolri membuat pelayanan dari kepolisian khususnya Polres Inhu lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat, "harapnya. (ds/ari)


Share:
Komentar

Berita Terkini