Walikota Sampaikan Prestasi Pemko Gunungsitoli Diawal 2022

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Walikota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Ir. Lakhomizaro Zebua, menyampaikan sejumlah prestasi yang berhasil dicapai pemerintah daerah di Tahun 2021.

Hal itu disampaikan Walikota dalam acara syukuran Tahun Baru 2022 di halaman kantor Walikota Gunungsitoli, Jumat (6/1/2022).

Dihadapan tamu undangan, Walikota mengatakan bahwa sejak Tahun 2018 sampai Tahun 2020 Pemerintah Kota Gunungsitoli meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

"Semoga di Tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli kembali mendapat opini WTP yang sama atas laporan pengelolaan  keuangan daerah,"ujar Walikota.

Selanjutnya, Walikota menyebut jika pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis pertama hingga Desember 2021 telah mencapai target Nasional sebesar 70,68% dan dosis kedua 44,03%.

"Kota Gunungsitoli juga mendapatkan 82,37% survei penilaian integritas dari KPK. Selain itu, Kota Gunungsitoli menjadi 10 besar terbaik Se-Indonesia dalam memetakan resiko korupsi dan kemajuan pencegahan korupsi", kata Walikota.

Kemudian, dalam pencegahan korupsi melalui aplikasi monitoring center for prevention (MCP) Kota Gunungsitoli menerima 75,77%. Dapat diartikan, pemerintah daerah mampu mengimplementasikan upaya pencegahan korupsi mulai dari perencanaan APBD, pengadaan barang jasa, perizinan, APIP, Manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah, serta tata kelola dana desa.

"Untuk hasil evaluasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Publik (MenpanRB) menetapkan indeks SPBE Pemerintah Kota Gunungsitoli 2,03% dengan predikat cukup. Ini mengalami peningkatan jika dibandingkan SPBE Tahun 2019 sebesar 1,98% di Wilayah Kepulauan Nias,"ucap Walikota.

Diakhir keterangannya, Walikota menyampaikan Pemerintah Kota Gunungsitoli meraih Juara l dalam lomba inovasi daerah tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2021 dengan nama inovasi EXIS (Excavator Gratis).

“Tentu pencapaian tersebut menjadi pemicu bagi masing-masing perangkat daerah. Inovasi tidak harus berbasis teknologi, tetapi dapat dilakukan dengan kreatif guna mempercepat dan mempermudah kegiatan baik dalam pelaksanaan pemerintahan maupun pelayanan publik", tandas Walikota. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini