Terungkap Dipersidangan, Terdakwa Yoan Akui Palsukan Tandatangan James

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Sidang dua terdakwa yakni Yoan Putra dan James Tarigan kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan. Persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Sulhanuddin tersebut terdakwa Yoan Putra mengakui kesalahannya. 

Selain itu, dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 3 PN Medan, tersebut terdakwa Yoan Putra juga menegaskan bahwa dirinya ada memalsukan tandatangan terdakwa James Tarigan dan juga tandatangan nasabah. 

Nah saat ditanya salahsatu anggota Majelis Hakim, Husni Tamrin, bagaimana proses penarikan sendiri yang dilakukannya seperti dakwaan JPU, terdakwa Yoan menyebutkan bahwa dirinya terlebihdahulu memalsukan tanda tangan baru menyerahkan ke teller.

"Saya kasi kwitansi langsung dikasi teller uangnya pak. Seharusnya nasabah langsung yang mengambil uang pak. Saya palsukan tandatangannya pak. Iya saya palsukan tandatangannya pak. Uang yang saya cairkan itu, saya setorkan ke rekening yang lainnya pak," ungkap terdakwa Yoan, Kamis (6/1/2022) malam.

Selain itu terdakwa Yoan juga mengatakan bahwa dirinya menyesali perbuatannya. Dan saat ditanya Majelis Hakim apakah dirinya ada niat untuk mengembalikan uang tersebut, Yoan sebut bahwa uangnya sudah tidak ada lagi.

"Menyesal sekali pak. Gak ada lagi uangnya pak," cetus Yoan.

Ketika ditanya Majelis Hakim apakah dirinya pernah memberikan hasil kejahatannya kepada terdakwa James, dengan nada jelas Yoan sebut tidak ada. 

"Gak pernah pak," tegas Yoan.

Sementara terdakwa James Tarigan menyebutkan bahwa dirinya dari awal dirinya tidak mengetahui kesalahannya dalam kasus ini.

"Semua KW yang ditunjukkan JPU kemarin saya tidak mengakui. Mengapa SPB yang menggantikan saya yang ada tandatangannya di KW01, tidak dijadikan tersangka seperti saya," ucapnya.

Saat ditanya oleh Majelis Hakim apakah dirinya mengaku atau tidak karena kelalaiannya telah terjadi kejahatan Yoan Putra?, James dengan tenang menjawab tidak.

"Tidak yang mulia, saya menyesalkan peristiwa ini terjadi," kata James.

Ketika ditanya oleh ketua Majelis Hakim, berapa banyak dirinya menikmati uang pemberian uang dari Yoan, James kembali menjawab tidak ada.

"Tidak ada yang mulia," ungkapnya.

Sementara diluar persidangan Hartanta Sembiring selaku penasehat hukum terdakwa James Tarigan menegaskan, berdasarkan keterangan saksi dari ahli hukum pidana dari Universitas Sumatera Utara, Mahmud Mulyadi yang dihadirkan ke persidangan, tidak ada alasan bagi jaksa untuk menjadikan kliennya terdakwa.

"Sesuai yang dikatakan ahli pidana di persidangan tadi, yang menyatakan sumber dana yang bukan berasal dari kerugian negara maupun sumber dana bukan berasal dari BRI, saya pikir tidak ada alasan bagi Jaksa untuk tidak mengabulkan permohonan untuk tidak memasukkan klien kami jadi tersangka maupun terdakwa dalam perkara ini," tegas Hartanta Sembiring sembari meminta agar kliennya dibebaskan.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini