Tanda Tangan Saksi Ahli Diduga Dipalsukan, 37 Pengacara Polisikan BAP Kejaksaan

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Sebanyak 37 Pengacara terdakwa kasus dugaan korupsi Proyek Pengadaan Sapi Tahun 2019 di Kabupaten Asahan, Muhammad Sahlan (MS). Melapor ke Polres Asahan,Kamis (27/1).


Semua pengacara MS itu melaporkan BAP Kejaksaan. Pasalnya, mereka menduga adanya kejanggalan dalam BAP yang dibuat saksi ahli, Alm. Hamdan, S.Pt, MSi, dalam kasus itu pada tingkat penyelidikkan di Kejaksaan Negeri Asahan.


"Kedatangan kami untuk membuat laporan polisi terhadap adanya dugaan surat palsu atau menggunakan surat palsu yang tertera dalam BA Pemeriksaan tersangka MS (Muhamad Sahlan) ketika dalam pemeriksaan di Kejari Asahan," tegas Bahren Samosir SH, perwakilan 37 Pengacara MS  pada wartawan setibanya di SPKT Polres Asahan.


Kami menduga, kata Bahren, keterangan saksi ahli dalam BAP tersebut palsu. "Indikatornya, catatan dalam atau coretan tanda tangan beliau (saksi ahli,red) pada BAP tanggal 5 Agustus 2021 dan BA Sumpah BAP tanggal 5 Agustus 2021 itu berbeda bentuk dan coraknya dengan tanda tangan saksi ahli pada laporan  hasil investigasi saksi ahli yang tertuang dalam laporan tanggal 17 Maret 2021," terang Bahren.


Selain itu, lanjut Bahren didampingi rekannya yang lain, seperti Pangulu Siregar SH, Dian Marwah SH dan Rudi Ritonga SH, pihaknya menduga ada kejanggalan lain, dimana dalam BAP dan BA Sumpah itu diterangkan bahwa pemeriksaan terhadap saksi ahli dilakukan di Kejari Asahan.


"Padahal pada tanggal 5 Agustus 2021 itu, saksi ahli sedang berada di Rumah Sakit Murni Teguh Medan karena sakit. Hingga kami menduga itu ada keterangan palsu atau ada isi yang gak benar terhadap BAP saksi ahli," ungkapnya seraya memasuki ruang SPKT Polres Asahan.


"Aneh aja bro. Tanggal 5 Agustus saksi ahli sakit, dirawat di Rumah Sakit Murni Teguh, tanggal 8 nya meninggal dunia. Tapi orang kejaksaan kok ngaku minta keterangan saksi ahli di tanggal 5 itu. Apa boleh orang sakit dimintai keterangan ?," tambah Pangulu Siregar pada wartawan.


Terpisah, Kasipidsus Vinsensius Tampubolon SH ketika dikonfirmasi wartawan,Kamis (27/1) sekira pukul 15:02 Wib di Kantornya, mengaku, pihaknya memang benar telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli Alm. Hamdan, S.Pt, MSi.


"Iya. Proses pemeriksaannya kan ada caranya. Siapa yang malsukan tanda tangan, mana berani kita palsukan tanda tangan. Kita tanya sehat, bersedia kata beliau (Alm. Hamdan, S.Pt, MSi, red). Kita kan via telpon dulu, karena dibilangnya mau makanya kita ke sana ( RS Murni Teguh Medan) tanggal 5 Agustus jam 1 siang," ujar Tampubolon.


Disinggung apakah saat menandatangani BAP tersebut pihaknya bertemu langsung dengan saksi ahli, Tampubolon mengaku saat itu pihaknya hanya menyerahkan BAP melalui istri saksi ahli.


"Saat kita jelaskan agar BAP tersebut diperiksa, karena kalau mau kita ganti ya diganti, karena kita juga bawa alatnya saat itu, beliau bilang udah pak sesuai. Kalau nandatangani itu, memang tidak kita lihat langsung, karena kan diserahkan melalui istrinya, karena kita sudah komunikasi. Soal laporan mereka, kita tetap kordinasi dengan pimpinan," jelas Tampubolon.(ds/hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini