Sosper 6/2015, Hendra DS: Tiap Warga Wajib Kurangi Sampah Berwawasan Lingkungan

Editor: dicky irawan author photo
Anggota DPRD Kota Medan, Hendra DS menggelar Sosper 6/2015 di Jalan Bromo, Lorong Karya, Medan Denai, Sabtu (15/1/2022). (Foto: Dailysatu.com)

Dailysatu.com- Setiap masyarakat berkewajiban mengurangi sampah sesuai yang berwawasan lingkungan. Selain dengan tidak membuang sampah sembarangan, juga dengan mengelola sampah menjadi barang berharga.

Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Kota Medan, Hendra DS saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan pada kegiatan peningkatan kapasitas DPRD sub kegiatan dan dokumentasi dewan di Jalan Bromo, Lorong Karya, Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sabtu (15/1/2022).

"Makanya, kita berkewajiban untuk bersama- sama menjaga lingkungan kita agar tetap bersih. Ini sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan," jelas Hendra DS.

Hendra DS menambahkan salah satu langkah untuk mengurangi sampah adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, dalam pasal 35 Perda Nomor 6 Tahun 2015 ini telah diatur sanksinya. Seperti denda Rp 10 juta atau penjara selama 3 bulan bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Begitu juga badan usaha, seperti pabrik, usaha konveksi dan lainnya yang ketahuan buang sampah sembarangan akan dipenjara selama 6 bulan atau denda Rp 50 juta.

"Kalau ini diterapkan, saya kira kota kita akan benar- benar bersih, bebas dari sampah," paparnya.

Hendra DS menambahkan ada cara yang terbaik agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Yakni, dengan membuat bank sampah. Di bank sampah itu lah nantinya dipilih sampah organik dan sampah non organik.

"Sampah organik seperti kulit buah, sayuran busuk dan lainnya. Sedangkan sampah non organik seperti plastik, seng, besi dan lainnya. Sampah- sampah itukan masih memiliki nilai yang bisa diuangkan," paparnya.

Sesuai dengan keinginan Walikota Medan, Bobby Nasution setiap kelurahan setidaknya memiliki satu bank sampah. Jadi, setiap lurah bisa mengkoordinir Kepala Lingkungan (Kepling) untuk membentuk kelompok masyarakat membentuk bank sampah.

"Nanti, dibuat semacam buku tabungan untuk setiap sampah yang disetorkan dan nantinya itu bisa dinominalkan dengan uang," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Lurah Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Irwansyah meminta kepada masyarakat agar ikut bertanggungjawab menjaga kebersihan.

"Mari, sama- sama kita wujudkan Kelurahan Tegal Sari Mandala III yang bersih dan sehat dengan sadar terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya. (DS/ Dik)



Share:
Komentar

Berita Terkini