Pembangunan Jalan Lingkar Siborongborong, Pemkab Taput Lakukan Pendekatan Persuasif

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Menanggapi permasalahan yang terjadi terkait pembangunan jalan lingkar luar (ring road) kota Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Bupati Taput Drs Nikson Nababan MSi, diwakili Sekda Indra S Simaremare MSi, menjelaskan kepada wartawan kronologi pelaksanaan pembangunan jalan nasional tersebut mulai dari tahap sosialisasi hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan. 

Sekda didampingi Kadis Kominfo Polmudi Sagala, Kadis PUPR Dalan Simanjuntak, Kadis Perkim Budiman Gultom, Camat Siborongborong Erwan Hutagalung serta dua orang Kepala Desa, dalam konferensi pers, Senin (24/01/2022), di Aula Martua Kantor Bupati Taput, mengatakan secara ketentuan dan peraturan yang berlaku sudah dilaksanakan, mekanisme dan tahapan juga sudah dilalui. 

Pada bulan Januari tahun 2020, Pemerintah telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat dan juga pelaksanaan pelepasan tanah dalam bentuk hibah. 

"Beberapa masyarakat secara sukarela melepas tanahnya sebagai bentuk dukungan atas pembangunan jalan tersebut," ujar Indra Simaremare. 

Menanggapi informasi menyebut Pemerintah telah merampas lahan milik Anton Sihombing, Sekda menjelaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dan bertemu langsung dengan Bapak Anton Sihombing. Pemkab Taput menganggap tidak pernah melakukan paksaan ataupun perampasan kepada masyarakat pemilik lahan. 

"Terkait bahwa Pemkab Taput telah menitipkan uang ganti untung senilai Rp 1,6 milyar lebih di Pengadilan Negeri Tarutung, hal itu sudah sesuai dengan ketentuan. Awalnya pak Anton meminta Rp 2,5 milyar, tetapi tidak bisa kita sanggupi karena nilai tersebut melebihi dari nilai yang ditetapkan tim appraisal," jelas Sekda. 

Diuraikannya, proses penitipan uang ganti untung totalnya senilai Rp. 1.618.966.541,00 yang dilaksanakan dua tahap, yaitu senilai Rp. 1.108.780.525,00 dan Rp. 510.186.016,00. 

Sekda mengungkapkan, karena Bapak Anton Sihombing tidak bersedia menandatangani surat penolakan atas uang ganti untung, sehingga Pemkab menitipkan uang tersebut di Pengadilan Negeri Tarutung. 

Pemkab Taput juga telah memberikan ganti untung terhadap 6 keluarga pemilik bangunan rumah yang terdampak akibat pembangunan jalan ini dan pembayarannya dilaksanakan sebelum tutup buku tahun 2021. 

Sekda menjelaskan beberapa pertanyaan yang disampaikan sejumlah awak media. Sekda juga menunjukkan sejumlah bukti dalam bentuk foto dan video mulai tahap sosialisasi hingga proses pembangunan jalan lingkar luar yang diberi nama jalan Ir Soekarno tersebut. 

"Bapak Bupati berpesan Pemkab Taput berupaya melakukan pendekatan secara persuasif dan kekeluargaan agar pembangunan ini tetap terlaksana dengan baik. Semoga kedepannya terjalin komunikasi yang lebih baik sehingga tidak terjadi miskomukasi. Kita tidak mau ada pihak-pihak yang menggunakan peristiwa ini untuk tujuan lain sehingga memperkeruh suasana," kata Sekda. 

Sekda berharap pembangunan jalan lingkar luar ini tetap dapat dilanjutkan, karena sangat dibutuhkan masyarakat mengingat pentingnya jalan ini sebagai solusi dalam mengurai kemacetan di kota Siborongborong, terutama pada hari pekan. (ds/Bisnur Sitompul)

Share:
Komentar

Berita Terkini