Miliki 954 Gram Sabu, Warga Medan Sunggal Dituntut Selama 11 Tahun Penjara

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com- Terdakwa Dhiauddin Asyad alias Arsyad warga Dusun Teungoh Desa Lueng Sa Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur / Jalan Sunggal No. 168 Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan dituntut selama 11 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kristina W. M. Lumbanraja, SH saat di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (25/1/2022).

"Meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Dhiauddin Asyad selama 11 tahun penjara," ucap JPU.

Selain itu JPU juga menuntut terdakwa Dhiauddin Asyad dengan denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan.

Setelah mendengar tuntutan dari JPU, Majelis Hakim yang diketuai Saidin Bagariang menunda persidangan hingga pekan depan.

Dalam dakwaan JPU, bahwa pada hari Jumat tanggal 20 Agustus 2021 sekira pukul 02.30 wib Terdakwa bertemu Tengku Alan (DPO) di Cafe Duku Binjai, lalu Terdakwa meminjam uang dari Tengku Alan dan disanggupi dengan syarat Terdakwa mengantarkan narkotika jenis shabu-shabu dengan upah Rp 10 juta. 

Dan shabu akan diantarkan orang suruhan kepada Terdakwa di Jalan Gagak Hitam / Ring Road kemudian Terdakwa membawa shabu-shabu tersebut ke rumah makan Anisa di Jalan Gagak Hitam / Ring Road yang selanjutnya akan ada orang yang mengambil dari Terdakwa. Kemudian terdakwa menyetujuinya lalu Tengku Alan menyerahkan uang Rp 2 juta kepada Terdakwa sebagai dana awal. Selanjutnya, sekira pukul 10.00 wib Terdakwa dihubungi Denis memberitahukan bahwa shabu-shabu sudah dikemas yaitu dimasukkan ke dalam sol sendal.

Kemudian, pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 sekira pukul 01.00 wib Denis kembali menghubungi Terdakwa dan mengatakan shabu-shabu sudah siap dibungkus. Selanjutnya, sekira pukul 07.00 wib Terdakwa dihubungi Tengku Alan dan menyuruh Terdakwa untuk mengambil barangnya (maksudnya shabu-shabu) di Jalan Rajawali yang bersimpangan dengan Jalan Gagak Hitam / Ring Road. 

Selanjutnya Terdakwa pergi ke Jalan Rajawali dan bertemu dengan seorang laki-laki yang membawa tas warna merah di tangan kanannya lalu laki-laki itu berjalan melewati Terdakwa dari belakangnya. Setelah berjarak 3 meter dari Terdakwa, laki-laki tersebut meletakkan tas warna merah di pinggir jalan dekat gapura selanjutnya Terdakwa mengambil tas warna merah tersebut dan membawanya ke rumah makan Anisa lalu meletakkan tas warna merah tersebut diatas meja di dekatnya, sambil menunggu orang yang menjemputnya.

Dan pada saat Terdakwa menunggu orang yang akan mengambil shabu-shabu  tersebut tiba-tiba datang saksi Yudha Nasution dan Bagus Dwi Gangga Wardana anggota Ditresnarkoba Poldasu dan menanyakan Narkotika jenis shabu-shabu yang akan diserahkan kepada pembeli kemudian Terdakwa mengakui shabu-shabu-shabu ada didalam sol sandal yang dimasukkan didalam tas.

Selanjutnya saksi Yudha Nasution dan saksi Bagus Dwi Gangga Wardana membawa Terdakwa masuk kedalam mobil sambil membawa tas warna merah dan selanjutnya membuka kotak tempat sendal lalu membongkar ke-4 sol sandal tersebut dan ditemukan didalam 4 buah sol sandal berisi shabu-shabu sebanyak 5 bungkus yang dibalut dengan aluminium foil. Kemudian Terdakwa dibawa ke kantor Ditresnarkoba Poldasu untuk penyidikan lebih lanjut, kemudian dilakukan penimbangan terhadap barang bukti shabu-shabu, ternyata keseluruhannya seberat 954 gram netto.

Bahwa perbuatan terdakwa menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika golongan I tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU. RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini