Maraknya Rokok Ilegal di Humbahas, YLKI Kecewa

Editor: dailysatu author photo

Teks foto : Maraknya Rokok Ilegal di Humbahas, salah satunya rokok Luffman.
dailysatu.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengaku kecewa kepada Pemerintah Humbahas atas masih maraknya rokok Luffman tanpa pita cukai dipasaran. 

Ketua YLKI Erikson Simbolon menilai maraknya rokok ilegal ini semakin menunjukkan pemerintah ini lemah. 

Sebab, langkah pemerintah ini yang sebelumnya melakukan penyitaan bersama Dirjen Bea Cukai tidak sesuai harapan masyarakat. 

Padahal, menurutnya, selama ini YLKI Humbahas terus mendesak Dinas Kopedagin dalam hal ini perpanjangan dari Pemerintah Humbahas, dan Dirjen Bea Cukai agar rokok ilegal tersebut untuk tidak beredar di Humbahas.

Karena, telah merugikan negara terlebih khusus tidak adanya pendapatan asli daerah dalam hal ini ke Humbahas. 

" Secara umum YLKI kecewa dengan ketidaktegasan Pemerintah Humbahas untuk menindak peredaran rokok ilegal tersebut. Sebab, telah merugikan negara terlebih khusus pendapatan asli daerah tidak ada," ungkapnya, Jumat (21/1/2022) di Dolok Sanggul.

Selain itu, bahkan dirinya sudah pernah berkomunikasi dengan pihak Dirjen Bea Cukai, dan telah berjanji akan turun kembali ke pasar. Namun, hal itu tidak sesuai keinginan YLKI dikarenakan sampai saat ini belum pernah dilakukan sidak ke pasar.

Dengan demikian, ia mendesak Pemerintah Humbahas agar menindak dengan menyita peredaran rokok ilegal tersebut dari pasaran. Dan juga, meminta untuk menghentikan akses penjualan rokok tersebut di Humbahas.

Karena jika tidak, ia menduga adanya "kongkalingkong" antara pemerintah dengan pihak perusahaan rokok.  

" Justru kita curiga ada apa? Apakah ada izin prinsip atau izin gelap? Kolusi," kata Erikson dengan nada jengkel. 

Dari amatan wartawan, peredaran rokok tanpa pita cukai semisal Luffman masih banyak ditemui diwarung-warung. Bahkan, rokok ini masih laris dipasaran.

Dohar Purba, warga Dolok Sanggul, menurutnya, jika masih beredarnya rokok ini negara bisa rugi, bahkan PAD Humbahas sekaligus. 

Ia menilai, hal ini dikarenakan pengawasan dari dinas terkait lemah sehingga penyebab berjamurnya rokok itu di pasaran. 

" Kenapa rokok itu bisa beredar, berarti kan karena pengawasan tidak ada," katanya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kopedagin Radna Marbun ketika dikonfirmasi masih maraknya rokok ilegal tersebut beredar dipasaran, tidak dapat dijumpai.

Bahkan, saat dikonfirmasi wartawan melalui aplikasi whatsapp, hingga berita ini diturunkan belum menjawab.(carlos) 

Share:
Komentar

Berita Terkini