HMI Asahan : Kajatisu dan Kajagung Diminta Copot Kajari Asahan dan Tanjungbalai

Editor: romi syah author photo
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Asahan, Syaiful Rangkuti 


dailysatu.com-Dinilai tidak becus bekerja dan kerap membuat kegaduhan di Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Asahan, Syaiful Rangkuti mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) dan Kepala Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kajagung RI), mencopot Kajari Asahan dan Kajari Tanjungbalai.


Pasalnya,kedua Kepala Kejaksaan itu dinilai tidak becus bekerja dan dinilai tidak profesional dalam menetapkan orang sebagai tersangka. Sehingga membuat kegaduhan ditengah tengah masyarakat Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai.


"Dalam dua bulan terakhir ini. Saya lihat gelombang aksi unjuk rasa yang menyikapi bobroknya kinerja Kejaksaan Asahan dan Kejaksaan Tanjungbalai sangat viral di medsos dan media massa.Sehingga membuat masyarakat jadi resah dan tak percaya dengan kinerja lembaga Adyaksa itu," tegas Syaiful Rangkuti pada wartawan Rabu (12/1) di Kisaran.


Karena kedua Kajari itu sudah mencoreng nama baik lembaga Adyaksa,kata Syaiful Rangkuti, sudah seharusnya Kajatisu mengevaluasi kinerja anggotanya dengan mengusulkan ke Kajagung untuk mengganti keduanya dengan Jaksa yang lebih baik.


"Kajari Tanjungbalai didemo Mahasiswa dan Masyarakat kota Tanjungbalai,karena kasus dugaan pemalsuan tandatangan Anggota DPRD Tanjungbalai yang dilakukan oknum Kejaksaan Tanjungbalai. Selain itu, Kajari Tanjungbalai juga kalah saat di Praperadilan oleh sales marketing AMP. Nah,dari sini terlihat tidak becus dan bobroknya kinerja Kajari Tanjungbalai Muhammad Amin Nasution," ujar Syaiful Rangkuti.


Bahkan,kata Syaiful,kasus dugaan pemalsuan Berita Acara Sumpah (BAP) anggota DPRD Tanjungbalai yang dipalsukan oknum Jaksa nakal itu,sudah dilaporkan Anggota DPRD Tanjungbalai ke Kejagung RI, Komisi Pengawas Kejaksaan (Komjak) dan ke Poldasu.


Sedangkan untuk Kajari Asahan, sambung Syaiful Rangkuti,di demo Mahasiswa dan Masyarakat karena dituding ugal ugalan dalam menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lembu tahun 2019.


"Kajari Asahan, Aluwi didemo aktivis Mahasiswa dengan disuruh angkat kaki dari Asahan,karena Aluwi diduga tidak profesional bekerja dan menyalahi SOP Kejaksaan. Makanya didemo dan diminta copot," sebutnya.


Selain itu,kata Syaiful Rangkuti,dalam menjabat sebagai Kajari Asahan,Aluwi dinilai gagal dalam bekerja. Karena hingga hari ini, Kepsek SMK 1 Zulkifli yang merupakan DPO tersangka korupsi dana BOS belum juga ditemukan hingga hari ni.


"Kedua Kepala Pengacara Negara itu sudah tidak layak lagi memimpin. Selain karena kerap membuat kegaduhan ditengah masyarakat. Kedua Kajari itu juga kerap ugal ugalan dalam menetapkan tersangka,dan tidak professional daalam bekerja," pungkasnya. (Hendri)

Share:
Komentar

Berita Terkini