Dituding Tidak Profesional, Puluhan Aktivis Minta Kajari 'Angkat Kaki ' Dari Asahan

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo


dailysatu.com- Puluhan aktivis mahasiswa dan masyarakat Asahan, "geruduk" Kantor Kejaksaan Negeri Asahan, dengan membawa sound sistem dan karton bertuliskan kecaman pada Kajari, Selasa (11/1).


Kedatangan puluhan massa ke kantor Adyaksa itu,meminta Kajari Asahan Aluwi SH untuk segera angkat kaki dari Kabupaten Asahan.


Pasalnya, Kajari Asahan dituding tidak profesional dan melanggar Standar Operasi Prosedur (SOP) kejaksaan dalam menentukan dan menetapkan terdakwa kasus korupsi yang ada di Asahan.


"Copot dan pergi kau Kajari dari Kabupeten Asahan ini. Kau tidak layak menjadi pimpinan di Kejaksaan Asahan ini. Tak becus dan terkesan ugal ugalan kau bekerja. Bahkan kau sudah membuat kegaduhan di Bumi Rambate Rataraya ini," tegas Husni Mustofa dalam orasinya.


"Kau Kejari yang sangat zholim Aluwi. Muhammad Sahlan ( MS) yang merupakan tukang buah. Kau tetapkan sebagai terdakwa. Padahal dia bukan pelaku korupsi. Namun,dia kau tetapkan sebagai tersangka hingga dia dipenjara," sambung Adi Chandra Pranata dalam orasinya.


Setelah saling bergantian pendemo menyampaikan aspirasinya dengan berorasi,namun Kajari Asahan tidak mau keluar juga menerima mereka.


Bahkan,pagar kantor Kejari Asahan dikunci rapat agar pendemo tidak masuk ke halaman kantor kejaksaan.


Disinyalir Kajari Asahan tidak mau menerima demonstran, akhirnya pendemo mendorong dorong pagar kantor. Aksi tolak tolakan antara pendemo dengan petugas dan sat Pol PP pun tidak terhindarkan.


Untuk saja, petugas cepat menenangkan massa yang nyaris anarkis karena marah Kajari Asahan tidak berani menemui mereka di depan kantor.


Karena tidak ada respon juga, akhirnya para demonstran merengsek masuk Kantor Kejaksaan dengan cara memanjat tembok.


Sampai didalam kantor Kejaksaan Asahan,para demonstran secara bergantian melakukan orasi. Namun setengah jam tidak mau juga Kajari menemui mereka. Aksi sempat memanas antara pendemo dengan petugas.


Karena situasi mulai memanas,Kasat Intel Polres Asahan,AKP M.Nur langsung mengambil alih dengan meminta massa untuk membubarkan diri. Karena Kajari tidak mau menemui demonstran.


"Kami akan kembali datang dengan massa yang lebih banyak. Sebelum Kajari Asahan,Aluwi angkat kaki dari Asahan," Adi Chandra Pranata.


Terpisah,Kasi Intel Kejari Asahan,Jusron Malau SH ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/1) usai aksi demo,mengaku Itu hak demonstran dalam menyampaikan aspirasi di kantor kejaksaan.


Namun,apa yang dituding pendemo bukan ranah mereka untuk menjawab. Karena subjek yang mereka katakan sudah di ranah Pengadilan Tipikor Medan. Tidak ada lagi kapasitas mereka menjawab kasus tindak pidana korupsi pengadaan lembu tahun anggaran 2019.


" Kalau mereka menuding dakwaan kami lemah dalam proses persidangan. Dan mengaku kasus itu dipaksakan. Itu hak mereka. Kita tunggu aja proses hukum. Fakta persidangan akan menjawab semua itu," ujar Jusron Malau.(ds/hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini