Diduga Curang, Dua Mantan Kepling Di Kecamatan Medan Amplas Minta Walikota Turun Tangan

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com -  Dua mantan kepala lingkungan (Kepling) Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas, meminta Walikota Medan Bobby Nasution, agar turun ke kantor Camat Medan Amplas, untuk melihat langsung dugaan kecurangan yang dilakukan pihak panitia pemilihan Kepling yang dibuka di kantor Kelurahan masing-masing yang dimotori Camat Medan Amplas, Selasa (4/1/2022).

Kedua Kepling yang berdomisili di Kelurahan Sitirejo II Medan Amplas ini, mengatakan bahwa hasil ujian yang digelar panitia yang dikordinatori Sekcam Kecamatan Medan Amplas dinilai tidak terbuka.

Kedua Kepling yang kembali ikut bertarung untuk menjadi orang nomor satu di lingkungannya tersebut menilai panitia tidak transparan dan diduga ada kongkalikong dengan calon - calon lain.

Kepling yang sudah 15 tahun menjabat dilingkungan V itu, menyebutkan dirinya merasa dizolimi, sebab menurut ia kepling yang terpilih dilingkungannya bukan berdomisili di lingkungan setempat melainkan dari lingkungan lain.

"Saya keberatan, pemilihan kepling di 2021 berdasarkan perwal Bapak Walikota, disitu di perwal itu ada salah satu syaratnya bahwa yang mencalonkan harus berdomisili dilingkungan tersebut. Disini ada kepling yang lulus di mana kepling itu tidak berdomisili dilingkungan tempat dia mencalonkan. Dia tinggal di lingkungan 10, dia bisa memasukkan berkasnya diluar dari jam 12 siang," ucap Fitriani Harahap (FR).

Tak hanya itu FR juga menyampaikan hasil ujian yang diikutinya dari awal belum diterimanya, baik dari Kelurahan maupun dari Kecamatan.

"Saya mengikuti ujian di kantor Camat Medan Amplas dari awal hingga akhir. Sampai saat ini belum ada diberitahu hasilnya," ungkapnya sembari katakan kalau persyaratan yang dimasukkannya sudah lengkap dan ada dukungan dari warga.

Sementara Desnilla Ariani (DA), Kepala Lingkungan VI Kelurahan yang sudah menjabat 4 tahun mengungkapkan, bahwa kepling yang terpilih di Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas memasukkan berkas lewat dari waktu yang ditentukan.

"Saya merasa terzolimi, yang dari lingkungan saya ini kenapa dia bisa masukkan berkas tidak melalui kantor Lurah. Sementara kita memasukkan berkas di kantor Lurah, dan dia memasukkan berkas dihari Jum'at. Saya ada dukungan dari warga mencapai target 30 persen, disitu ada 63 KK. Pendaftaran berlangsung 2 hari. Dia memasukkan berkas tidak dari Kantor Lurah, tapi langsung ke kantor Camat," jelasnya,"ungkap DA.

Kedua Kepling ini juga menegaskan bahwa selama bertugas sebagai kepling, mereka tak pernah melakukan kesalahan. 

"Kami minta tegakkan Perwal, terutama sekali perwal itu dibuat bapak Walikota untuk di jalankan. Kalau mau main, main lurus," tegasnya.

Sementara, Seketaris Camat Medan Amplas Selly Sitepu saat di konfirmasi wartawan, membantah pernyataan kedua calon Kepling tersebut. Menurutnya, Kecamatan Medan Amplas sudah transparan dalam melaksanakan pemilihan kepling.

"Ada dan sudah diumumkan di media sosial dan kantor lurah dari mulai tahap pengumuman pendaftaran sampai pengumuman hasil akhir, dan manualnya juga sudah ditempelkan di kantor lurah. Pemilihan kepling juga sesuai Perwal 21 tahun 2021," ucapnya.

Selain itu Sekcam juga menjelaskan, untuk lingkungan 5 disitu sudah sesuai domisili. 

"Tim verifikasi sudah sudah turun ke lapangan, KK nya sudah sesuai, foto rumahnya juga ada,"

Untuk di Lingkungan VI ia mengaku menghubungi pihak verifikasi Kelurahan untuk membuat berita acara rekam jejak di Kelurahan dengan fotonya pakai GPS.

"Disini ada kesalahpahaman disitu diawal, dia memasukkan berkas tidak lewat jam, rekam jejaknya juga ada sama saya. Dia berpikir berkas itu dimasukkan di kantor Camat. Saya sama tim verifikasi kecamatan mengambil kebijakan, nah ini kalau dia memasukkan ke Kelurahan sudah lewat jam nya. Makanya kami ber konsultasi dengan tim verifikasi Kelurahan, jadi pada saat itu Kasipem Pak Riza. Saya bilang pak Riza, ini kalau dia ke Kelurahan lagi akan lewat waktu. Jadi saya terima ini, bikinkan berita acara rekam jejak di Kelurahan dengan fotonya pakai GPS," pungkasnya.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini