Bayek Gelar Sosper Sistem Kesehatan Kota Medan

Editor: dicky irawan author photo
Mulia Asri Rambe (Bayek) menggelar Sosper Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Yos Sudarso, Medan, Minggu (16/1/2022). (Foto: dailysatu.com)

Dailysatu.com-Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe atau akrab disapa Bayek menyelenggarakan sosialisasi produk hukum daerah, Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan pada kegiatan peningkatan kapasitas DPRD sub kegiatan publikasi dan dokumentasi dewan di Wisma al Kahfi, Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, Minggu (16/1/2022).

"Ini tugas kami mensosialisasikan Perda yang sudah kami undangkan. Tujuannya, agar masyarakat dapat memahami dan mengerti tentang apakah sebenarnya produk hukum daerah yang dilahirkan pemerintah," ungkap Bayek saat mensosialisasikan Perda tersebut.

Bayek mengaku sering sekali terjadi perbedaan pendapat karena ketidaktahuan masyarakat. Seperti debat kusir antara rumah sakit, masyarakat, Dinas Kesehatan dan bahkan Dinas Sosial.

"Contoh, ada warga yang melaporkan kepada saya, dalam satu keluarga ada 6 orang tapi yang keluar BPJSnya cuma 5. Ada juga, warga yang sudah lama tak berobat tapi pas mau berobat, kartunya sudah tidak aktif lagi. Makanya, harus ada Perda Sistem Kesehatan Kota Medan ini, agar tidak terjadi keributan lagi," ujarnya.

Selain itu, Bayek menambahkan dalam Perda ini juga diatur tentang pelayanan kesehatan gawat darurat. Bayek mencontohkan, seorang warga yang mau melahirkan namun tak memiliki BPJS Kesehatan. Sudah seharusnya kan masalah seperti ini menjadi tanggungjawab pemerintah.

"Apalagi, saat ini, Bapak Walikota kita sedang berupaya untuk mengcover sebanyak- banyaknya warga Kota Medan mendapatkan layanan kesehatan gratis. Hal seperti inilah yang harus kita dukung," paparnya.

Sementara itu, Indra Utama selaku Camat Medan Labuhan menilai sistem Kesehatan masyarakat itu dimulai dari prilaku hidup sehat. Caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan masing- masing.

"Bagi warga yangvsakit datang ke Puskesmas, bila tidak sanggup ditangani Puskesmas, maka akan dirujuk ke rumah sakit," paparnya.

Kepala UPT Puskemas Medan Labuhan, dr Eva Sinaga M Kes  mengatakan tugas UPT Puskesmas yakni berupaya menjaga kesehatan masyarakat. Tidak hanya sehat fisik, tapi masyarakat juga harus sehat mental atau terhindar dari depresi dan sehat secara spritual.

"Dalam kehidupan bermasyarakat juga harus sehat. Khususnya, dalam situasi pandemi, tentunya kesehatan harus dimaksimalkan. Apalagi yang belum divaksin, silahkan datangkan ke Puskesmas untuk mendapatkan vaksin," paparnya.

Drg Alfred Parulian Pasaribu mewakili Dinas Kesehatan Kota Medan mengatakan Dinas Kesehatan Kota Medan memberikan pembinaan khususnya kepada UPT Puskemas untuk menjalankan program, seperti usaha kesehatan perorangan dan upaya kehatan masyarakat yang meliputi program Lansia, gizi dan lainnya.

"Dinkes membina dan mengawasi agar semuanya betjakan dengan baik seuai dengan Perda Sistem Kesehatan Kota Medan. Karena kesehatan kita bukan hanya tanggungjawab Dinkes saja, tapi tanggungjawab kita bersama," jelasnya.

Dedi Pardede mewakili Koordinator Kota Program Keluarga Harapan Dinas Sosial Medan mengatakan sistem kesehatan merupakan program lintas sektoral. Karena Dinas Sosial juga terlibat. Jadi, ini bukan program Pemko Medan saja, tapi juga program Pemprov Sumut dan program pemerintah pusat.

"Ketika seseorang masuk data DTKS, dia berhak menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) Kota Medan. Ini sesuai dengan program nasional. Jadi, Dinas Sosial lah yang merekomendasikannya," jelasnya.

Sosialisasi Perda tersebut turut dihadiri oleh Ketua PK Partai Golkar Medan Labuhan, Mahmud, Sekretaris Faisal, Bendahara Laila Mahmubah Lubis, Wakil Ketua Ridho, Penasehat KPPG Medan Labuhan Amelia Lubis, seluruh Pengurus Pertai Golkar Kelurahan ke Kecamatan Medan Labuhan. (DS/ Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini