Anggota DPRD Simalungun Menilai Kepemimpinan Bupati Arogan

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Bona Uli Rajagukguk di dampingi Histoni Sijabat juru bicara 17 anggota DPRD Simalungun yang membuat hak interplasi kepada Bupati Simalungun, ketika dikonfirmasi wartawan saat melakukan temu pers, Kamis (20/1/2022) di Pematang Siantar mengatakan tidak ada kepentingan melainkan bagaimana agat Visi dan Misi bupati Simalungun Radiapoh Sinaga untuk mensejahterakan masyarakat kabupaten Simalungun bisa terwujud. 

Namun para anggota DPRD menilai kepemimpinan Radiapo Hasiholan Sinaga selama memimpin di Tano Habonaron do Bona menunjukkan kepemimpinan yang arogan, dibuktikan acapkali setiap sidang paripurna di gedung DPRD tenaga ahli yang di SK kan Radiapoh Hasiholan Sinaga itu duduk bersama dengan para OPD. 

Padahal SK pengangkatan tenaga ahli Bupati Simalungun itu sudah di usulkan DPRD saat paripurna untuk dibatalkan dengan alasan karna tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 72 tahun 2019, sampai saat ini pembatalan itu belum dilakukan bupati,  para anggota DPRD menilai Bupati Simalungun menyepelekan lembaga legislatif.

Para anggota legislatif dalam catatan hak interplasi itu juga di sebutkan ada beberapa pelanggaran seperti pengangkatan Sekretaris daerah (sekda) tidak sesuai dengan perundang Undangan no 5 tahun 2014 tentang ASN   serta PP no 46 tahun 2011.

Tindakan Bupati Simalungun yang mengganti 18 pejabat setara eselon II dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Simalungun, DPRD menilai itu tindakan semena-mena bahkan cendrung amburadul tidak terlepas fari nepotisme, hal ini akan jadi perhatian serius bagi 17 anggota legislatif. 

Robert Ambarita mantan pejabat KPU Simalungun dua periode ketika dimintai tanggapannya mengatakan, hak interplasi itu sah-sah saja tapi banyak menilai hak interplasi meningkatkan posisi tawar dari legislatif ke eksekutif.(ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini