22 Januari 2022 Habis Kontrak, Pembangunan Rusun di Humbahas Habiskan Rp 16,7 Miliar Belum Rampung

Editor: dailysatu author photo

Teks foto : Tampak Pembangunan Rusun di Simangaronsang Humbahas belum rampung, namun beberapa lantai keramik yang baru dipasang sudah retak.
dailysatu.com - Pembangunan Rumah Susun (Rusun) Provinsi Sumatera Utara di Desa Simangaronsang Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara, hingga kini belum rampung. 

Padahal, sesuai kontrak proyek yang dibangun dari kewajiban dua perusahaan yakni PT Mitra Plan Kons (sebagai konsultan/MK) dan PT Robinson Maju Bersama (sebagai penyedia jasa) dengan nilai kontrak Rp 16.764.344.000 ditargetkan oleh Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Perumahan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahaan Sumatera II, berakhir 22 Januari 2022 dari tanggal SPMK 24 February 2021 lalu.

Pantauan wartawan dilokasi, satu kontruksi blok rusun sudah terlihat. Rusun ini telah berdiri hingga 3 tingkat dengan 44 unit kamar. 

Dengan fasilitasi air bersih dan kamar mandi, instalansi listrik. Kemudian, dinding beberapa kamar dengan menggunakan bahan dari gypsum. 

Dibeberapa sisi gedung masih ada pemasangan keramik , plapon , dan plester dinding. 

Namun, ada beberapa lembar lantai keramik sudah retak. Dan, sampai saat ini beberapa pekerja bangunan masih sibuk mengerjakan proyek tersebut. 

Selanjutnya, disisi luar bangunan masih terlihat tumpukan material tanah sisa pembangunan, dan sisa batu bangunan berserakan dihalaman rumah susun tersebut. 

Pemantau pembangunan Humbahas Abed Ritonga, menilai pihak penyedia terlalu lamban dalam pembangunan rusun tersebut.

"Dimana sudah jelas bahwa pihak Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Utara sudah memberikan Adendum kepada rekanan selama 50 hari, yang akan berakhir 22 Januari 2022," ungkapnya. 

Abed juga berharap, agar proyek rumah susun itu segera dapat diselesaikan sesuai kontrak, untuk menghindari perbincangan yang negatif dari kalangan masyarakat. 

"Semoga pekerjaan tersebut rampung sesuai kontrak. Padahal kalau kita lihat di lokasi proyek, kayaknya sebulan ini belum juga selesai pekerjaan itu. Kita lihat saja apa tindakan dan sanksi yang akan diberikan pihak PPK terhadap penyedia tersebut, jangan sampai ada muncul perbincangan yang diduga sarat KKN di tengah masyarakat," ucapnya.

Menanggapi hal ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga pihak kontraktor, sampai berita ini diterbitkan, belum juga dapat ditemui wartawan.

Diketahui, Pembangunan Rumah Susun Provinsi Sumatera Utara 3 TA 2020 bersumber dari APBN 2020-2021. Pengguna jasa yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Perumahan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Utara, dimana penyedia jasa PT Robinson Maju Bersama dan Konsultan PT Mitra Plan Kons. Adendum Kontrak selama 50 hari kalender, dimana mulai tanggal 3 Desember 2021 sampai 22 Januari 2022.(carlos) 

Share:
Komentar

Berita Terkini