Sosper 6/2015, Hendra DS Ingatkan Warga Kelola Sampah Jadi Barang Berharga

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo



Dailysatu.com- Anggota DPRD Kota Medan dari Dapil IV, Hendra DS mengingatkan kepada warga untuk memanfaatkan sampah menjadi barang berharga dan tidak dibuang sembarangan.

Apalagi, ada sanksi yang cukup berat bagi orang dan badan perusahaan yang membuang sampah sembarangan.

Hal itu disampaikan Hendra DS saat mensosialisasikan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Rawa II, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (4/12/2021).

"Setiap kali saya menggelar Sosper tentang Pengelolaan Persampahan, saya selalu mengingatkan kepada Kepling dan Lurah untuk menyadarkan warganya menjaga kebersihan," papar Hendra DS.

Dengan menjaga kebersihan, Hendra DS berarti tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, saat ini sampah bisa dijadikan uang di bank sampah. Apalagi di saat pandemi seperti ini, hal itu akan sangat membantu perekonomian warga.

"Kalau bisa dijadikan uang, untuk apa kita buang. Apalagi, sampah- sampah itu bisa dipilah, mana sampah organik dan mana sampah unorganic yang bisa ditukarkan menjadi uang di bank sampah," ujarnya.

Atas dasar itu, Hendra DS meminta agar setiap lingkungan memiliki bank sampah dan pihak kelurahan dan kecamatan lah yang bertanggungjawab memberikan sosialisasi terkait pembentukan bank sampah dan cara mengelola sampah itu.

"Di dalam Perda ini pun disebutkan bahwa Pemko Medan dan jajarannya bertanggungjawab dalam mensosialisasikan cara pengelolaan sampah kepada masyarakat," katanya.

Hendra DS menambahkan bila sampah dibuang sembarangan, maka ada sanksi yang berat bagi yang melanggarnya. Sesuai dengan pasal 35 Perda Nomor 6/2015 itu, setiap orsng yang membuang sampah sembarangan akan dipenjara selama 3 bulan atau denda Rp 10 juta. Sedangkan badan usaha yang melanggar peraturan itu, akan dipidana selama 6 bulan atau denda  Rp 50 juta.

"Makanya, saya sangat memohon agar kita meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi kebersihan itu sebagian dari iman," pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Tegal Sari Mandala III, M Rizky mengapresiasi Sosper Pengelolaan Persampahan itu. Mengingat, masalah sampah merupakan masalah yang sangat urgent. 

Apalagi Walikota Medan, Bobby Nasution sangat konsen dengan masalah sampah.

"Melihat sampah di jalan jangan ditendang ke parit, tapi harus diambil dan buang ke tempat sampah. Apalagi sekarang ada bank sampah dan bisa dijadikan uang. Berarti, kalau kita buang sampah berarti buang uang," paparnya. (DS/ Dik)


Share:
Komentar

Berita Terkini