Proyek Pekerjaan Hotmix Siluman Diduga Milik PUPR Kota Pematangsiantar Terkesan Asal Jadi

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Proyek siluman tanpa plank pekerjaan hotmix di Jalan Tambun Timur, Gg Purba, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar diduga kejar target karena kontrak sudah mau habis, proyek hotmix tersebut terkesan dikerjakan terburu-buru dan asal jadi.

Pantauan saat di lokasi, Kamis (9/12/2021) proyek hotmix tersebut sudah selesai, namun tampak asal jadi. Hotmix yang baru selesai dikerjakan sudah mulai mengelupas.

“Baru selesai dikerjakan, sudah retak, dan sekarang semakin banyak yang terkelupas,” ujar salah seorang warga.

Bagaimana tidak terkelupas sebelum di hotmix tidak disiram sama ter terlebih dahulu, mana bisa menyatu, dan kondisi basenya masih basah, jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya yang juga meluapkan rasa kekecewaannya.

"KAmi senang adanya pembangunan, tapi kalau seperti ini kerjaannya, belum seminggu sudah hancur,“ ungkapnya.

"Kami sangat kecewa cara kerja pemborongnya seperti ini, tolonglah pak, inikan jalan utama. Kalau seperti ini, gak sampai setahun sudah hancur semua," pinta warga.

Ketua LSM Khatulistiwa Demson Manurung yang turun langsung ke lokasi, spontan angkat bicara terkait kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami retak, patah dan terkupas dari badan jalan.

Pekerjaan yang diduga milik Dinas PUPR Kota Pematangsiantar ini, diduga  metode pengerjaannya dilakukan untuk mengejar pencairan, atau memburu waktu akhir tahun, tetapi pematangan badan jalan belum selesai, dan jika dipaksakan, paling tidak harus menunggu minimal 13 hari kedepan hotmix baru bisa dihampar.


Sebagai Lembaga sosial kontrol, LSM Khatulistiwa akan terus memantau pekerjaan proyek ini, karena jika dilihat pada pematangan badan jalan tidak maksimal, diduga dalam kondisi hamparan base yang belum padat dan kering, tetapi sudah dihampar dengan hotmix, tentu ini sangat mempengaruhi suhu panas dari hotmix tersebut, tegas Demson.

“Tidak hanya sampai disini, proyek ini akan terus kita kawal, jika kejanggalan itu berpotensi merugikan keuangan Negara, maka LSM Khatulistiwa akan membuat pengaduan secara resmi ke Lembaga Hukum,” pungkas Demson. (ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini