PH Terdakwa Minta Kepada Majelis Hakim Hadirkan Pinca BRI Kabanjahe

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo



dailysatu.com-Sidang lanjutan dua terdakwa yakni Yoan Putra dan James Tarigan kembali digelar di ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (13/12/2021). Dalam persidangan hingga malam hari tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim Sulhanuddin itu beragendakan mendengarkan keterangan dari saksi Jihan.


Dipersidangan saksi Jihan yang menyebutkan dari nasabah ada tanda tangan dipalsukan oleh terdakwa sempat terdiam saat ditanya oleh Hartanta Sembiring selaku penasehat hukum James Sembiring, apakah ada hasil putusan atau pun hasil dari Labfor.


"Apa menjadi patokan bapak ini tanda tangan terdakwa?. Ada putusan dari pengadilan?," tanya Hartanta.


Dengan nada pelan saksi menjawab tidak ada.


Setelah diluar persidangan, Hartanta kepada wartawan, pihaknya kecewa dengan Jaksa yang tidak menghadirkan Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Kantor Cabang Kabanjahe, Sudono. Padahal menurut Hartanta, dari beberapa saksi yang telah dihadirkan menjurus ke Pinca.


"Sudah disepakati, saksi Pimpinan Cabang BRI Kabanjahe, Sudono dan barang bukti berupa tabungan itu dihadirkan. Namun hingga saat ini Jaksa tidak menghadirkan itu. Ini yang kita kecewakan, alasan Jaksa Pinca sudah pindah ke Makasar," ungkap Hartanta.


Hartanta juga menjelaskan Pinca sudah 3 kali tak hadir ke persidangan. 


"Setelah berganti pemeriksaan ke saksi saksi yang lain menjurus ke dia. Kemarinkan salahsatu Majelis Hakim agak mempertanyakan keberadaan Pinca itu, kenapa dia gak dijadikan tersangka.

Sengaja disenyapkan, padahal jelas jelas dari saksi yang kemarin, teller teller yang diperiksa mengatakan ada intervensi dari Pinca tentang pencairan ini. Nah ini yang mau kita tanyakan. Bagaimana hasil tim itu mau kita pertanyakan, tadi terbukti dipersidangan. Nah ini yang mau kita kongkritkan, apa dia disini?, bagaimana tanggungjawabnya?, kenapa dia tidak dilibatkan," tegas Hartanta.


Selain itu Hartanta juga menjelaskan, belum ada hasil Labfor sudah dijadikan barang bukti.


"Itu kita maksudnya, ya ayok kita terang benderang. Kita membantu Kejaksaan, kenapa Kejaksaan kok takut gitu lo. Hadirkan, kita buka, kalau gak terlibat kenapa takut, ini angka angka kita mau mencoba meluruskan, berapa sih kerugian negara ini. Tandatangan yang gak jelas kok sudah dijadikan barang bukti. Belum ada hasil Labfor sudah dijadikan barang bukti. Nilai yang gak jelas sudah dijadikan barang bukti. Apa ini?, kasihan nasabah nasabah ini. Biar jadi pembelajaran bank bank ini menjadi yang lebih baik lagi," terangnya.(sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini