Jaksa Diminta Hadirkan GM PT. Bhanda Ghara Reksa Ke Persidangan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com -  Penasehat hukum terdakwa Satria Sahputra berharap agar GM PT. Bhanda Ghara Reksa segera ditangkap. Hal itu diungkapkan penasehat hukum terdakwa yakni Irwan Rusli, SH, MH didampingi Ishak Spd, SH kepada wartawan, Senin (13/12/2021).

Menurutnya GM PT. Bhanda Ghara Reksa yang hingga saat ini masih (DPO) dapat menjelaskan apa yang terjadi didalam perkara ini.

"Diatas klien kita ada 4 kepala bagian lagi. Kita tak bisa menerima kalau disalahkan 1 orang saja, sebab itu melibatkan orang banyak. Bukan hanya dibagian gudang saja, ya kasus ini harus terang benderang. Harus di proses dari hulu ke hilir. Dari hulu Pembongkaran kapal, Pengangkutan dan Bongkar curah digudang. Harapan kita kalau DPO ini ditangkap, sehingga bisa terang benderang kasusnya. Kalau memang cepat ditemukan, dia bisa menjelaskan, apa yang terjadi dalam perkara ini," jelasnya.

Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Sulhanuddin beragendakan mendengarkan keterangan dari 4 orang saksi yakni Nuriyanto, M Yusuf Afandi, SH, Rudi Sugiono dan Panji Agung.

Dalam keterangan Nuriyanto, mengatakan terdakwa bertanggung jawab dari pemilik barang. Dan saat itu ketahuannya kehilangan 1.200 ton pupuk.

Dalam dakwaan JPU, bahwa PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara  yang  berdiri sejak tahun 1977 berdasarkan akta pendirian No. 21 tertanggal  11 April 1977 yang dibuat oleh Notaris Imas Fatimah, SH Notaris dan PPAT di Jakarta  yang bergerak dalam bidang usaha Jasa Logistik serta memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia termasuk salah satunya PT. Bhanda Ghara Reksa Cabang Utama Medan.

Bahwa PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Utama Medan melakukan kerjasama dengan PT. Pupuk Kalimantan Timur dalam hal menyediakan Jasa Pengurusan Transportasi (LJPT) / Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) Pembongkaran Pupuk Curah dari Kapal, Pengangkutan, Bag Coding, Pengantongan sampai dengan Penyimpanan dan pemuatan di gudang milik PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) serta mendistribusikan kepada Distributor sesuai  dengan Sales Order (SO) yang diterbitkan oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur  yang diserahkan kepada PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) cabang Utama Medan sesuai dengan surat Perjanjian Kerjasama sejak Tahun 2016 s/d Tahun 2018.

Perjanjian Jasa Pembongkaran Pupuk Curah dari Kapal, Pengangkutan, Pengantongan, Penyimpanan, dan Pemuatan Sampai Tersusun Rapi di Gudang milik PKT di Medan. 

Jasa Pembongkaran Pupuk Curah dari Kapal, Pengangkutan, Pengantongan, Penyimpanan, dan Pemuatan Sampai Tersusun Rapi di Gudang milik PKT di Medan antara PT. Pupuk Kalimantan Timur dengan PT. Bhanda Ghara Reksa Cab Medan, Nomor : 030/SP.PJDSP/BTG/2016  dan  Nomor PO SAP : 5330000795 tanggal  28 April 2016.

Bahwa yang menjadi tugas dan kewenangan Terdakwa Satria Saputra selaku Kabag Ops PJL & CMS PT. Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan (Kepala Bagian Operasional Pergudangan).

Memonitor barang yang ada dalam gudang, Membuat laporan kepada atasan dalam hal ini General Manager (GM), Membuat laporan bulanan keluar masuk barang, Membuat tagihan bongkar muat gudang, Mengawasi kegiatan yang ada di gudang.

Bahwa pada saat PT. Pupuk Kalimantan Timur mengirimkan pupuk urea Non Subsidi curah kepada PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) cabang Medan, terlebih dahulu PT. Pupuk Kalimantan Timur menyampaikan jadwal kedatangan kapal serta menerbitkan Surat Instruksi Kerja kepada PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) cabang Utama Medan. Yang mana atas pemberitahuan tersebut SYAHRIZAL selaku Pejabat Sementara (Pjs General Manager) melakukan rapat dengan  para Kabag, yakni Terdakwa selaku Kabag Pergudangan, Kabag Logistik, Manahan Hamonangan Fransiscus Sitohang dan Kabag Umum, Nuriyanto. 

Dan dalam rapat tersebut Syahrizal memberitahukan rencana kedatangan kapal curah yang berisi pupuk urea Non subsidi curah milik PT. Pupuk Kalimantan Timur serta menginstruksikan kepada Kabag Logistik untuk berkoordinasi dengan Pelindo Belawan bagian Penyandaran Kapal.

Berkoordinasi dengan KODAM I Bukit Barisan perihal pengawalan, pembongkaran dan pengangkutan pupuk dari pelabuhan ke gudang. Berkoordinasi dengan pengangkutan yang sebelumnya sudah ditentukan oleh GM dengan melakukan perjanjian kerjasama antara PT. Bhanda Ghara Reksa dan pihak pengangkut yang setiap 6 bulan sekali dilakukan penilaian rekanan (PK) oleh Kabag Umum dan menggunakan dump truk hidrolik.

Bahwa setelah rapat selesai, Syahrizal menginstruksikan kepada Kabag Umum untuk menerbitkan Surat Tugas yang ditandatangani oleh Syahrizal yang isinya menugaskan personil-personil yang ikut serta dalam proses pembongkaran kapal. Dan atas instruksi dari Syahrizal selanjutnya Manahan Hamonangan Fransiscus Sitohang mengurus administrasi penyandaran kapal ke Pelindo dan juga berkoordinasi dengan pihak Kodam I Bukit Barisan untuk mohon bantuan pengawalan truk yang berisi pupuk urea Non-subsidi curah milik PT. Pupuk Kalimantan Timur dari pelabuhan Belawan ke gudang PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Utama Medan, dan juga berkoordinasi dengan pihak pengangkutan untuk mempersiapkan armada sesuai dengan kebutuhan. 

Setelah itu Manahan Hamonangan Fransiscus Sitohang dan Syahrizal mengundang pihak Kodam I, pihak pengangkut dan perwakilan pemilik barang yang ada di Medan yang juga dihadiri Terdakwa dan Kabag Umum, Nuriyanto untuk membahas menjelaskan SOP dan service agreement (kesepakatan teknik pekerjaan) dari pemilik barang, teknis pembongkaran dan pengiriman barang dari pelabuhan ke gudang.

Misalnya jumlah konvoi truk tidak boleh melebihi 10 truk, truk sebelum dimuat harus ditimbang kosong terlebih dahulu agar mengetahui berapa netto barang, truk tidak diperbolehkan mengisi BBM bila truk sedang bermuatan pupuk curah, konvoi truk harus menjaga jarak agar tidak terlalu jauh jarak antara truk yang satu dengan lainnya.

Bahwa pada saat pupuk milik PT. Pupuk Kalimantan Timur tiba di pelabuhan Belawan, selanjutnya Surveyor Independen yang ditunjuk oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur melakukan Draught Survey untuk mengetahui berat muatan kapal dan hasilnya dituangkan dalam berita acara hasil Draught survey, selanjutnya Pihak PT. Bhanda Ghara Reksa dapat melakukan pembongkaran pupuk di Pelabuhan Belawan dibawah pengawasan dari Surveyor Independen. 

Setelah dilakukan pembongkaran pupuk kemudian Surveyor Independen melakukan final draught survey yang dituangkan dalam berita acara final draught survey yang ditandatangani oleh pihak PT. Bhanda Ghara Reksa, Surveyor Independen, pengangkut (pihak kapal) dan diketahui oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Surveyor Independen tugasnya melakukan pengawasan pada saat pembongkaran pupuk di Pelabuhan, melakukan pengawasan pada saat Pengantongan, penimbangan dan penyusunan pupuk di dalam stafel yang dilakukan oleh buruh Serikat Pekerja Indonesia yang sebelumnya telah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Utama Medan.

Setelah pupuk disimpan di dalam stafel selanjutnya Kabag Logistik menyerahkan pupuk kepada Terdakwa yang diketahui oleh Syahrizal dan dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Hasil bagging.

Bahwa setelah pupuk diterima oleh Terdakwa maka Terdakwa memerintahkan kepala gudang, kepala seksi operasional secara rutin untuk melakukan stock opname terhadap pupuk yang ada dalam gudang dan hasilnya dituangkan dalam berita acara dan juga dilaporkan kepada Terdakwa serta terhadap keluar masuk barang juga dilaporkan kepada Terdakwa.

Bahwa sekitar Tahun 2017 Terdakwa menghubungi Sofyan Hadi selaku Kepala gudang memerintahkan untuk mengeluarkan pupuk sebanyak 325 Ton dari gudang dan pada saat itu Sofyan Hadi menanyakan ”DO nya mana pak?” dan dijawab Terdakwa ”nanti saja belakangan dan GM pun sudah tahu”.

Lalu Terdakwa menyuruh Sofyan Hadi untuk menghubungi Saudara Supiadi alias Adi Wiro, selanjutnya pada saat Sofyan Hadi menghubungi Supiadi alias Adi Wiro dengan mengatakan ”ada perintah dari Terdakwa untuk mengeluarkan pupuk ”dan dijawab Supiadi ”Iya”, sehingga beberapa hari kemudian buruh SPSI datang memuat pupuk ke atas truk dan pemuatan tersebut memakan waktu 10 hari.

Bahwa sekitar Januari 2018 Syahrizal menyuruh Terdakwa untuk mengeluarkan pupuk tanpa DO sebanyak 100 ton dan menyuruh Terdakwa menjumpai Supiadi dan pada saat pertemuan tersebut Terdakwa mengatakan kepada Supiadi untuk mengeluarkan pupuk sebanyak 100 ton dari gudang kontainer. Atas permintaan Terdakwa tersebut Supiadi mengatakan apakah sudah ada izin dari GM, yaitu Syahrizal dan dijawab Terdakwa sudah dan pada saat itu Supiadi langsung menelepon Syahrizal.

Selanjutnya Terdakwa memerintahkan Muhammad Jalil selaku Kepala gudang untuk mengeluarkan pupuk milik PT. Pupuk Kalimantan Timur tanpa DO sebanyak 100 ton diserahkan dan dijual kepada Supiadi seharga Rp300 juta, yang mana uang tersebut menurut Terdakwa dipergunakan untuk biaya operasional gudang milik PT. Bhanda Ghara Reksa sementara untuk biaya operasional gudang sudah dibiayai oleh PT. Bhanda Ghara Reksa Pusat.

Bahwa selain itu juga pada Tahun 2018 Terdakwa ada memerintahkan Panji Agung selaku Kepala gudang untuk mengganti pupuk urea prill kuning milik PT. Pupuk Kalimantan Timur di gudang Exbass Tembung yang kurang digantikan dengan pupuk urea prill putih milik PT. Pupuk Kalimantan Timur sekitar 97,750 Ton.

Bahwa Terdakwa juga pernah memerintahkan beberapa kepala gudang untuk mengeluarkan pupuk tanpa DO, yakni, 1. M. Jalil pupuk sebanyak 126 ton;

2. Aji Setiawan pupuk sebanyak 210 ton dan pupuk sebanyak 160 ton;

3. Imam Pamuji mengambil pupuk sebanyak 126 ton dari gudang M. Jalil.

Bahwa mekanisme penyaluran pupuk urea non subsidi curah milik PT. Pupuk Kalimantan Timur kepada Distributor yang ada di Medan adalah Distributor membeli pupuk kepada PT. Pupuk Kalimantan Timur dengan cara Distributor mengajukan surat permintaan pembelian kepada perwakilan PT. Pupuk Kalimantan Timur di Medan. Setelah permintaan pembelian disetujui lalu pembeli melakukan pembayaran sejumlah yang disetujui dan setelah pembayaran diverifikasi bagian keuangan PT. Pupuk Kalimantan Timur menerbitkan Sales Order kepada pembeli atas sales order tersebut pembeli mengambil pupuk di gudang yang dikelola PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Utama Medan.

Atas Sales Order tersebut oleh kepala gudang PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Medan mencocokkan sales Order yang diserahkan oleh pembeli dengan data yang tertera dalam sistem yang memiliki hubungan langsung dengan data sistem monitor penjualan yang ada pada PT. Pupuk Kalimantan Timur, jika Sales Order yang diperlihatkan pembeli sama dengan sistem data yang ada pada PT. Pupuk Kalimantan Timur maka kepala gudang akan mengeluarkan pupuk sejumlah yang tertera dalam Sales Order.

Bahwa PT. Pupuk Kalimantan Timur melakukan pengiriman pupuk urea Non Subsidi curah dari Bontang menggunakan sarana transportasi Kapal Laut yangmana sejak tahun 2016 sampai 2018 telah dilakukan pengiriman menggunakan kapal laut sebanyak 12 kali, yaitu dengan menggunakan kapal.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini