Hakim Vonis Terdakwa 5 Bulan Percobaan, Korban Penganiayaan Ini Minta Jaksa Banding

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Royman Sianipar selaku korban penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa Barita Sianipar meminta kepada Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan banding. Hal itu diungkapkan korban kepada wartawan saat berada di gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/12/2021).

"Sudah saya sampaikan sebelum sidang tadi kepada Jaksa Sri Yanti Panjaitan, apabila dibawah 6 bulan, saya minta Jaksa untuk banding. Dituntut 3 bulan penjara, divonis 5 bulan percobaan. Saya minta perlindungan hukum yang seadil-adilnya," kata Royman sembari gelengkan kepala.

Selain itu Royman juga menyebutkan vonis 5 bulan percobaan yang dijatuhi kepada terdakwa Barita tak mencerminkan keadilan baginya selaku korban.

"Jangankan datang berdamai, meminta maaf pun tak pernah. Terdakwa tak pernah datang untuk berdamai, sejak kejadian itu 3 minggu pusing kepala saya, gak bisa ngapa-ngapain. Ya di rumah saja," ucapnya.

Nah, Royman juga memohon kepada ketua Mahkamah Agung dan Jaksa Agung untuk memeriksa Majelis Hakim dan Jaksa yang menangani perkara penganiayaan dengan terdakwa Barita Sianipar tersebut.

"Saya korban penganiayaan memohon kepada ketua Mahkamah Agung dan bapak Jaksa Agung dan Satgas 53 untuk memeriksa Hakim dan kedua Jaksa yang menangani perkara ini," tegasnya.

Sementara istri korban yang ikut hadir mendampingi di PN Medan, menunjukkan foto korban kepada wartawan.

Mengutip dakwaan JPU Vernando Agus Hakim, SH, bahwa benar sebelumnya pada hari Selasa tanggal 16 Oktober 2018 sekira pukul 15.00 wib, Terdakwa dan saksi korban Royman Sianipar, SH bertemu di Pengadilan Negeri Medan tepatnya diruangan sidang cakra 2, yang mana Terdakwa dan saksi korban Royman hendak sidang mengenai harta warisan berupa sebidang tanah. 

Kemudian pada saat sidang berlangsung Terdakwa mengatakan kepada Ketua Majelis Hakim, “Mohon ijin majelis untuk sdr royman menandatangi surat keterangan untuk serah terima status tanah yang sudah saya beli sebelumnya menjadi milik saya”. Namun Majelis Hakim tidak menanggapi permintaan Terdakwa dan mengatakan kepada Terdakwa, “Tidak bisa”.

Dan setelah selesai sidang Terdakwa memanggil saksi korban dan mengatakan kepada saksi korban Royman, “Sini, tanda tangan ini, lalu saksi korban Royman mengatakan kepada Terdakwa, “Oo gamau, apa dasarnya itu kan atas nama saya”. LaluTerdakwa dengan kedua tangannya menarik kerah baju saksi korban Royman, lalu langsung memukul saksi korban Royman  dengan mengepalkan tangan kanannya kearah pipi sebelah kiri sebanyak 2 kali. 

Kemudian Terdakwa memiting saksi korban Royman dan menjatuhkannya kebawah sehingga kepala saksi korban Royman terbentur kelantai yang mengakibatkan kepala saksi korban Royman berdarah. Selanjutnya Terdakwa menggigit dada saksi korban Royman sebelah kanan, sehingga saksi korban mengalami luka koyak.

Berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor : R/458/VER UM/X/2018/RS. Bhayangkara tanggal 16 Okober 2018 yang diperbuat dengan sebenarnya sesuai dengan sumpah jabatan oleh dr. M. Syafrin Syahelvi selaku dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Umum Bhayangkara. Pada korban ditemukan luka gores pada pipi sebelah kiri dengan ukuran 2,5x0,5 cm, luka gigitan pada tangan kanan dengan ukuran 1x3cm.

Kesimpulan, telah diperiksa seorang laki-laki berumur 49 Tahun. Dari hasil pemeriksaan, dijumpai luka yang ada pada tubuh korban diduga disebabkan oleh trauma benda tumpul. Luka tersebut merupakan luka ringan dan tidak menganggu aktifitasnya.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 351Ayat (1) KUHPidana.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini