Dituntut 4 Bulan Penjara, PH Terdakwa Jhoni Akan Ajukan Pledoi

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo


dailysatu.com- Jaksa Penuntut Umum, Chandra Priono Naibaho, SH menuntut terdakwa Jhoni Sihombing selama 4 bulan penjara saat di persidangan yang digelar di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (14/12/2021).


"Meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Jhoni Sihombing 4 bulan," ucap Jaksa Ramboo Loly Sinurat, SH.


Setelah mendengar tuntutan yang dibacakan Jaksa Ramboo, Majelis Hakim yang diketuai Jarihat Simarmata, SH, MH menunda persidangan hingga tanggal 22 Desember 2021.


Terpisah, diluar persidangan Nasib Maringan Silaban selaku penasehat hukum terdakwa Jhoni menegaskan, pihaknya akan mengajukan nota pembelaan (pledoi). Menurutnya hal itu dilakukan, karena kliennya tak terbukti melakukan penganiayaan.


"Kita akan mengajukan pledoi, karena selama persidangan tidak terbukti adanya penganiayaan. Justru baik video yang ditampilkan JPU maupun video yang kami tampilkan, yang mengaku korban justru yang melakukan semacam mengejar terdakwa memukul dan bahkan menendang. Kalau menurut perkataan Hakim, saksi seperti bermain taekwondo terhadap terdakwa," ucap Nasib Maringan.


Nah Nasib Maringan juga menyebutkan bahwa dirinya hingga saat ini tidak ada melihat visum tersebut.


"Di pemeriksaan dua minggu yang lalu, ada 6 video yang ditunjukkan, justru tidak ada sama sekali penganiayaan yang dilakukan terdakwa. Kemudian yang kedua, katanya ada visum, tetapi sampai saat ini saya tidak pernah lihat bentuk visum itu bagaimana, tidak pernah diperlihatkan. Dalam hal ini kami harus melakukan pembelaan bahwa harus bebas karena tidak terbukti," tegasnya.


Mengutip dakwaan JPU, Chandra Priono Naibaho bahwa Terdakwa Jhoni Sihombing pada hari Jumat tanggal 18 Desember 2020 sekira pukul 20.00 wib, bertempat di Jalan Sei Berantas Kelurahan Babura Kecamatan Medan Sunggal tepatnya didalam Komplek Gereja HKBP Immanuel  “melakukan penganiayaan“. Lalu saksi korban mendapatkan perawatan lebih kurang 7 jam di Rumah Sakit Bina Kasih Medan tersebut. 


Sesuai HasilVisum Et Repertum Nomor:493/VER/RSUBK/XII/2021 tanggal 18 Desember 2021 dari Rumah Sakit Bina Kasih Medan yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Inrawati Sihombing yang melakukan pemeriksaan terhadap Anita Sidauruk S.Sos adalah ditemukan luka memar pada perut kanan atas ukuran 2 cm x 4,5 cm diduga akibat kekerasan benda tumpul.(ds/sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini