Bubarkan Aksi Tawuran di Belawan, Polisi Diserang Batu dan Petasan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Tawuran melibatkan dua kelompok remaja kembali terjadi di Pajak Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Selasa (28/12/2021) sore. 

Bahkan Polisi yang ingin membubarkan tawuran itu sempat dilempar batu dan petasan oleh kelompok yang bertikai.

Belum diketahui penyebab tawauran itu, namun kedua kelompok yang melibatkan remaja dari Pajak Baru dengan Alu-alu sudah saling lempar-melempar. Akibatnya, serangan batu, botol dan panah mengudara di lokasi tawuran tersebut.

Suasana kegaduhan semakin menjadi, kelompok remaja dari Gudang Arang menggunakan perahu ikut membantu remaja Alu-alu. Saling serang terus terjadi, sehingga sebagian dari mereka ada yang terluka. Bahkan, atap rumah warga ada yang rusak akibat lemparan batu. 

Petugas Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Belawan turun ke lokasi. Suasan kegaduhan itu dibubarkan dengan paksa, namun massa dari kelompok yang terlibat tawuran malah menyerang polisi dengan melempar batu dan petasan.

Akhirnya, polisi membubarkan secara paksa dengan menembakkan gas air mata ke arah kedua kelompok yang terlibat tawuran. 

Namun, massa semakin beringas, pihak kepolisian pun mengejar satu persatu remaja hingga beramburan kabur membubarkan diri. Suasana kegaduhan itu berakhir setelah kedua kelompok bubar dari lokasi. 

"Sudah berlangsung selama tiga hari ini, kami pun heran kenapa bisa tawauran. Selama ini tidak ada masalah, tiba-tiba mereka sudah saling lempar-lemparan," beber warga sekitar.

Kapolsek Belawan, Kompol DJ Naibaho turun di lokasi mengatakan, pihaknya sudah membubarkan warga yang terlibat tawuran dengan dibantu oleh tokoh masyarakat. "Saat ini lokasi sudah kondusif," katanya.

Disinggung mengenai adanya penyerangan yang dilakukan oleh pelaku tawuran, DJ Naibaho mengatakan risiko tugas bagi Polri, tapi tugas utama yang mereka lakukan adalah memberikan rasa aman dan kondusif kepada masyarakat. "Yang jelas, penyebab tawuran ini masih kita lidik," pungkasnya. (Her)

Share:
Komentar

Berita Terkini