Guru SMP Ikut Diklat Bayar Rp 600 Ribu, Plt Kadis Dikjar Simalungun Tak Tahu Ada Pengutipan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Beredarnya kabar adanya Pengutipan uang sebanyak Rp 600 ribu kepada seluruh guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengikuti Diklat di Hotel Patra Jasa Parapat menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Simalungun termasuk dikalangan awak media.

Awak media yang mencoba mengkonfirmasi Kepada Pelaksana Tugas Dinas Dikjar Simalungin P Sinaga, Senin (15/11/2021) mengatakan pengutipan terhadap guru SMP yang sertifikasi itu tanpa sepengetahuan dinas.

Dirinya mengaku mengetahui adanya kejadian itu setelah pihaknya dipanggil wakil Bupati Simalungun. 

Lebih lanjut disampaikan Plt Kadis, setelah ditelusuri bahwa pelaksana diklat guru SMP yang dilaksanakan dua gelombang itu adalah salah satu yayasan yang membidangi khusus diklat pendidikan. Namun Sinaga tidak menyebutkan nama yayasan yang pasti mempunyai legalitas. 

Sinaga mengakui para guru sangat perlu diklat demi menambah kemampuan seperti ITE dan nara Sumbernya berasal dari Jakarta dan mencari Nara sumber yayasan selaku pelaksana dipastikan tidak ada keterlibatan dinas. 

Disebutkannya, pelaksanaan diklat yang dilaksanakan yayayasan itu tidak dipaksakan kepada guru SMP yang sertifikasi, terbukti ada juga guru yang telah disertifikasi tidak ikut diklat di Hotel Patra Jasa Parapat dan tidak ada tindakan. 

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Jansen Napitu menyebutkan pelaksanaan diklat itu sudah menyalah sesuai dengan perpres 87 thn 2016,sebab biaya diklat dikutip dari para peserta (guru)  dan nilainya cukup besar, apalagi guru non PNS. 

Jansen Napitu juga menyampaikan hal tersebut akan dilaporkan kepada pihak penegak hukum sebab apa yang disampaikan oleh Plt Dikjar  tidak sesuai dengan kenyataan sebab bukti yang autentik  keterlibatan oknum pegawai dikjar ada ditangannya. (ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini