Dihadapan Majelis Hakim, Terdakwa Toto Tegaskan Bahwa Dirinya Tak Di TKP

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo


dailysatu.com-Sidang lanjutan 5 oknum Polisi Polrestabes Medan kembali digelar di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (24/11/2021).


Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Jarihat Simarmata, SH, MH tersebut, terdakwa Toto Hartono menegaskan bahwa dirinya tidak ada di tkp saat sore hari.


"Kalau sorenya itu kita tidak ada di tkp yang mulia. Saya gak tahu apa yang dilakukan anggota dilapangan," ucap terdakwa Toto.


Hal tersebut diungkapkan Toto setelah mendengar keterangan dari terdakwa Matredy Naibaho.


Sebelumnya terdakwa Matredy Naibaho saat ditanya Jaksa Penuntut Umum menerangkan kalau sebelum ke tkp, timnya terlebihdahulu memberitahu ke Panit I, Toto Hartono.


"Kami melaporkan ke ka team Dudi Efni, dan Ka Team Dudi melaporkan ke Panit I, Toto. Yang didalam mobil kita 4 orang pak, Dudi, saya, Rikardo Siahaan dan Marjuki Ritonga. Sesampai di rumah tersebut, semuanya keluar dari mobil," ungkap terdakwa Matredy.


Terdakwa Matredy juga menjelaskan tentang pembagian uang tersebut. Selain itu Matredy juga menyebutkan bahwa ia dan timnya tak ada menunjukkan tas yang berisikan Linggis dan Gunting kepada Imayanti.


"Saya Rp200 juta, Dudi Rp100 juta, Ricardo Rp100 juta, Marzuki Rp100 dan Toto Rp100 juta dan dipotong Rp5 juta untuk posko. Dan itu sudah kami kembalikan pak. Dan ada uang perdamaian lagi pak Rp500 juta," jelasnya.


Tak hanya itu saat ditanya JPU, apakah dibenarkan perintah penyelidikan dilakukan penggeledahan?, dan saat penggeledahan apakah disaksikan Imayanti?. Dengan tenang Matredy menjawab pertanyaan JPU.


"Selama 15 tahun lebih kita dibenarkan pimpinan buk. Iya, ada rekamannya juga Buk," ujarnya.


Dalam dakwaan JPU menyebutkan, para terdakwa mendapat informasi dari masyarakat, bahwa Jusuf alias Jus adalah bandar narkoba dan sering menyimpan Narkotika di asbes di rumahnya di Jalan Menteng VII Gg.Duku Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai Kota Medan.


Dudi Efni (Ka Team) menghubungi Toto Hartono selaku Panit I Unit I Sat Narkoba Poltabes via Hand phone dan mengatakan “komandan ini ada kerjaan dari saya dan Team sudah siap”. Lalu Martedy juga bicara melalui handphone dengan Toto Hartono dan mengatakan “ada BD shabu di Menteng VII Gang duku, nama Sijus, informasinya besar dan sering menyimpan barangnya diatas asbes” dan dijawab oleh Toto Hartono “saya sudah lama melidik itu, rumahnya ada dekat hotel OYO”. Lalu Matredy jawab “jadi kami kerjakan Komandan “ di jawab Toto Hartono" Okey, saya tidak bisa ikut karena baru kemalangan”.

Share:
Komentar

Berita Terkini