Ratusan Hektar Lahan Warga di Parbubu Terancam Kekeringan Akibat Irigasi Tidak Diperbaiki

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Ratusan hektar lahan pertanian milik warga Desa Parbubu 1 dan Desa Parbubu 2, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut, terancam kekeringan dan tidak bisa diolah petani akibat jaringan irigasi Aek Siborgung yang rusak tak kunjung diperbaiki.

Irigasi Aek Siborgung yang berada di Desa tersebut merupakan salah satunya saluran irigasi pertanian untuk mengairi lahan persawahan sekitar 300 hektar milik warga.

Sekitar bulan September tahun 2018, tanggul irigasi Aek Siborgung mengalami kerusakan karena hujan deras yang mengakibatkan luapan dan volume air sangat tinggi hingga menjebol tanggul.

Parlindungan Lumban Tobing, seorang petani Desa Parbubu 2, Jumat (15/10/2021), mengungkapkan irigasi tersebut sangat penting bagi mereka khususnya petani. Sudah tiga tahun mereka tidak bisa bercocok tanam padi karena air yang menjadi kebutuhan pertanian kering kerontang.

"Kalau terus seperti ini, kami mau makan apa. Pertanian ini salah satunya sumber mata pencaharian untuk kebutuhan hidup kami di Desa ini," ujarnya.

Ia menuturkan, mereka sudah pernah dibantu Pemkab Taput beberapa kali dan gotong royong memperbaiki irigasi bersama warga. Bahkan, Bupati Taput Drs Nikson Nababan MSi, memerintahkan instansi terkait menurunkan alat berat untuk membantu perbaikan tanggul yang jebol.

Parlindungan berharap, pemerintah Provinsi Sumut agar secepatnya memperbaiki tanggul irigasi Aek Siborgung ini, dan jangan lagi dibiarkan terbengkalai. Karena perbaikan irigasi tersebut merupakan wewenang dari pemerintah Provinsi Sumut.

Bupati Drs Nikson Nababan MSi, mengatakan Pemkab Taput telah mengusulkan ke Pemprovsu Irigasi Aek Siborgung untuk segera dilakukan perbaikan.

"Kewenangan ada di Pemprovsu. Kita sangat peduli dengan masyarakat petani di Desa tersebut dan terus berupaya menyampaikan hal ini ke Pemprovsu," sebut Bupati. (ds/Bisnur Sitompul)

Share:
Komentar

Berita Terkini