Pemuda Nias Selatan Laporkan Akun Condrat Sinaga ke Bareskrim Polri

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Kasus dugaan ujaran kebencian terhadap masyarakat Nias yang dilakukan akun facebook Condrat Sinaga terus bergulir.

Kali ini, seorang pemuda Kabupaten Nias Selatan, Tomas Yaferson Lature, melaporkan akun facebook Condrat Sinaga ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis (21/10/2021).

Tiba sekitar Pukul 13:45 Wib, Tomas didampingi rekan dan kuasa hukumnya melaporkan akun facebook Condrat Sinaga. Laporan itupun ditandai dengan STTL/409/X/2021/BARESKRIM.

Bukan tanpa alasan, Tomas melapor karena merasa keberatan setelah melihat komentar akun Condrat Sinaga di media sosial facebook yang menyingung adat istiadat suku Nias.

Kepada wartawan, Tomas mengatakan bahwa komentar akun Condrat Sinaga di media sosial facebook telah merendahkan harga diri dan martabat masyarakat Nias.

“Komentar akun Condrat Sinaga di media sosial facebook tidak benar. Bagaimana mungkin, sesudah menikah dengan suku Nias yang menyetubuhi pengantin perempuan terlebih dulu mertua laki-laki. Ini bentuk penghinaan", ujar Tomas.

Tomas berharap, polisi dapat segera memproses laporannya tersebut demi menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengindari konflik horizontal ditengah masyarakat luas.

“Menurut informasi, pemilik akun facebook Condrat Sinaga merupakan warga Negara Indonesia yang sedang berada di Inggris. Saya berharap, polisi mampu mengusutnya", kata Tomas.

Sementara kuasa hukum Tomas, Hendri Arozato Larosa SH, MH menilai komentar akun Condrat Sinaga di media sosial facebook jelas menyebar ujaran kebencian atau permusuhan antar golongan.

"Saya menduga, akun facebook Condrat Sinaga dengan sengaja menghina dan menyebarkan berita bohong tentang suku Nias. Dimana komentarnya itu melanggar tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik", ucap Hendri.

Hendri mengungkapkan, komentar akun facebook Condrat Sinaga telah menyinggung perasaan masyarakat Nias. Dimana sesungguhnya, harkat dan martabat perempuan Nias sangat dijunjung tinggi.

“Saya berharap, polisi dapat serius menindaklanjuti laporan klien saya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku", tandas Hendri. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini