Masyarakat Gunungsitoli Belum Siap Terima Program Langit Biru

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - DPRD Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, meminta pemerintah pusat meninjau ulang pemberlakukan program Langit Biru.

Program itu, dinilai memberatkan masyarakat Kota Gunungsitoli yang sebagian besar bermatapencaharian menengah kebawah.

Demikian disampaikan Anggota DPRD Kota Gunungsitoli Fraksi Gerindra, Ridwan Saleh Zega, Senin (25/10/2021).

Dia mengatakan, saat ini pemberlakuan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Gunungsitoli belum dapat dilakukan.

Selain harganya relatif mahal dibanding Premium, Pertalite diprediksi akan menyulitkan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani.

"Meski PT. Pertamina mensubsidi harga jual Pertalite selama satu bulan, masyarakat Kota Gunungsitoli belum siap menggunakan terlebih di masa pendemi", kata Ridwan.

Karena menurutnya, setelah satu bulan subsidi maka harga jual Pertalite di Kota Gunungsitoli menjadi sama dengan kota besar yakni sekitar Rp.7.850/liter.

"Saya mendesak Pemerintah Kota Gunungsitoli segera menyurati pemerintah pusat terkait pemberlakuan program Langit Biru. Kondisi ini memberatkan masyarakat", tandas Ridwan.

Sementara berdasarkan informasi dihimpun dailysatu.com, PT. Pertamina telah menghadirkan program Langit Biru di Pulau Nias termasuk Kota Gunungsitoli.

Dimana, program Langit Biru disebut bertujuan mengendalikan pencemaran udara yang bersumber dari emisi karbon kendaraan bermotor. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini