Dinkes Taput Sarankan Warga Tanam dan Konsumsi Daun Kelor Mencegah dan Mengatasi Masalah Gizi

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, berharap masyarakat Taput menanam pohon kelor dan sering mengkonsumsi daun kelor guna mengatasi masalah gizi seperti Stunting, Gizi Kurang, Gizi Buruk dan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK).

"Untuk mendukung program "Tapasidung" Tapanuli Utara Bersih Dari Stunting, kita menyarankan kepada warga untuk mengkonsumsi daun kelor dan pengembangannya untuk ditanam di Tapanuli Utara bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan," ujar Kadis Kesehatan Taput, Alexander G.P Gultom, SKM, MKM, Jumat (22/10/2021). 

Sementara, Ahli Gizi Dinas Kesehatan Taput, Tienne Artha Ulina Nadeak SKM,  MKM, menjelaskan kandungan gizi yang ada pada daun kelor, sangat kompleks yaitu Protein, Kalsium, Zat Besi, Fosfor, Zink, Vitamin A, Vitamin C, Lysine dan Tinggi Antioksidan. 

Tanaman kelor atau Moringa Oleifera, sering juga disebut sebagai The Miracle Tree (Pohon Ajaib). Hal ini disebabkan karena manfaat dari tanaman ini sangat banyak. Dimana, kandungan nutrisi yang dimiliki tanaman daun kelor cukup tinggi sehingga termasuk ke dalam superfood atau pangan fungsional yang bergizi tinggi. 

Tienne menuturkan, makanan berbahan bubuk daun kelor bisa dibuat dalam bentuk biskuit, puding, bolu dan bentuk kue lainnya agar menarik perhatian anak untuk dikonsumsi. 

Beberapa waktu lalu Dinkes Taput bersama CSR SOL sudah memberikan pangan tersebut kepada sejumlah anak di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae. Dari hasil pantauan Dinkes Taput, setelah diberikan selama 1 bulan kondisi berat badan dan tinggi badan anak mengalami kenaikan. Kondisi anak ini akan dipantau terus selama 3 bulan ke depan.

"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar balita serta ibu hamil mengkonsumsi daun kelor guna mencegah serta menanggulangi masalah malnutrisi serta meningkatkan kekebalan tubuh" kata Tienne. 

Ia berharap semoga masyarakat Taput dapat menanam pohon kelor di lahan atau di pekarangan rumah dan sering mengkonsumsi pangan berbahan daun kelor guna mengatasi masalah gizi (stunting, gizi buruk, gizi kurang). 

Melalui dr. Debby Purba, seorang ASN di Dinas Kesehatan Kab. Taput, mendonasikan bubuk daun kelor sebanyak 1200 gr untuk pembuatan biskuit kelor bagi kebutuhan anak malnutrisi dan ibu hamil KEK. dr. Debby Purba juga mendonasikan bibit kelor sebanyak 2000 gr untuk dikembangkan di Tapanuli Utara. (ds/Bisnur Sitompul)

Share:
Komentar

Berita Terkini