Bayek Rincikan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepling di Sosper 9/2017

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo


Dailysatu.com- Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe atau akrab disapa Bayek menjelaskan tentang cara pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan (Kepling) sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan.

Bayek menjelaskan, berdasarkan Perda 9/ 2017 tersebut, seorang Kepling bukanlah dipilih oleh masyarakat, melainkan diangkat langsung oleh lurah berdasarkan saran dan masukan dari masyarakat. 

Lalu, nama yang diusulkan oleh lurah ke camat itu, akan diverifikasi oleh tim yang ada di kecamatan. Setelah itu, wewenang camatlah yang akan mengangkatnya sebagai Kepling. 

"Jadi, jelas ya, Kepling itu diangkat oleh camat ya, bukan dipilih masyarakat, seperti halnya Pemilu," jelas Bayek saat mensosialisasikan Perda Nomor 9 Tahun 2017 itu di Wisma Al Kahfi, Jalan Yos Sudarso, Medan.

Sosialisasi Perda (Sosper) tersebut dilakukan dalam dua sesi di hari yang sama. Sesi pertama dimulai pukul 10.00 WIB dan sesi kedua dimulai pukul 14.00 WIB. Sosper tersebut dihadiri oleh perwakilan DPD I Partai Golkar Sumut.

Bayek menambahkan, syarat lain menjadi Kepling adalah Kepling harus berusia minimal 23 tahun dan maksimal 55 tahun, dengan masa jabatan per satu periodenya adalah 3 tahun. Hal itu sesuai dengan pasal 13 ayat 2 Perda Nomor 9 Tahun 2017 tersebut.

Selain itu, Kepling tidak boleh berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan tenaga honorer di instansi pemerintahan," ujarnya.

Tak hanya itu, seorang mantan narapidana juga tidak diperbolehkan menjabat sebagai Kepling.

"Pendidikan seorang Kepling minimal SMA. Jadi, kalau ada yang mau jadi Kepling tapi cuma tamatan SMP tak boleh ya, apalagi tamatan TK dan SD," paparnya.

Terkait dengan pemberhentian Kepling, Bayek menjelaskan bahwa masa periode Kepling itu tiga tahun. Sebelum masa jabatannya berakhir, Kepling itu tak bisa diberhentikan, kecuali melanggar hukum dan ketentuan lainnya.

"Jangan pula nanti, ada yang datang ke rumah, minta ke saya Keplingnya diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir," kata Bayek yang merupakan Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Medan itu.


Bayek Komit Sosialisasikan Perda 9/ 2017



Di sesi kedua Sosper 9/2017 itu, Bayek juga menjelaskan bahwa pihaknya intens mensosialisasikan Perda tersebut karena Perda itu sangat berkaitan dengan masyarakat. 

Apalagi, belakangan ini banyak kegaduhan di tengah masyarakat terkait Kepling. 

"Saya akan terus mensosialisasikan Perda ini agar seluruh lapisan masyarakat paham tentang isi Perda ini," paparnya.

Bayek mengharapkan agar dengan adanya Perda tersebut, tidak ada lagi kegaduhan di tengah masyarakat terkait pengangkatan dan pemberhentian Kepling.

Sebab, tujuan Perda tersebut akan menjadi pedoman dalam pembentukan, pengangkatan dan pemberhentian Kepling. Seperti, pembentukan lingkungan, salah satu syaratnya adalah sebuah lingkungan minimal terdiri dari 150 Kepala Keluarga (KK) hingga 250 KK.

"Bila kurang dari 150 KK, maka lingkungan itu akan dihapuskan dan bila lebih, maka akan disesuaikan dengan Perda tersebut. Seperti warga di perumahan Griya Martubung itu, warganya sampai 1300 KK lebih. Itu kan jumlahnya terlalu banyak. Saya harap, Perda ini akan dijadikan pedoman dalam pembentukan lingkungan, pengangkatan dan pemberhentian Kepling," pungkasnya.

Sementara itu, Camat Medan Labuhan, Rudi Asriandy mengatakan Perda tersebut sudah bisa diterapkan di tahun depan. Terlebih lagi, Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution telah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 21 Tahun 2021.

"Perwalnya sudah ada. Berarti, tahun depan Perda ini sudah bisa diterapkan. Agar, pembentukan lingkungan, pengangkatan dan pemberhentian Kepling bisa lebih teratur lagi," paparnya.

Sosialisasi Perda tersebut turut dihadiri oleh Ketua PK Partai Golkar Medan Labuhan, Mahmud, Sekretaris Faisal, bendahara Laila Mahmubah Lubis, Wakil Ketua Ridho, Penasehat KPPG Medan Labuhan Amelia Lubis, seluruh Pengurus Pertai Golkar Kelurahan ke Kecamatan Medan Labuhan. (Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini