Sidang Kasus Penipuan, Terdakwa Dihukum 18 Bulan Penjara

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Elisabet B Panjaitan. Hukuman itu di jatuhkan Majelis Hakim Martua Sagala, SH, MH terhadap terdakwa Muhammad Israi Ahmadillah saat di persidangan yang digelar di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (2/9/2021).

"Mengadili menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Muhammad Israi Ahmadillah selama 1 tahun dan 6 bulan penjara," ucap Majelis Hakim.

Setelah membacakan amar putusan, Majelis Hakim menutup persidangan. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa Muhammad Israi Ahmadillah hanya 1 tahun penjara.

Mengutip dakwaan JPU menyebutkan, bahwa berawal dari kesepakatan antara terdakwa dengan saksi korban Muhammad untuk pembelian sebidang tanah didaerah DSN III Paya Geli Sei Mencirim Kab. Deli Serdang dengan ukuran 13 X 43 M dengan pemilik An Suardi, dimana telah disepakati sebesar Rp 530 juta.

Saat itu terdakwa mengatakan kepada saksi korban “Tanah Ini Murah Bang, Kalau dikasi sama orang sayang, harga Rp. 600 ribu Permeter Dengan Tempo Pelunasan Selama 1 Tahun”, mendengar hal tersebut saksi korban Muhammad merasa yakin dan percaya kepada terdakwa dan menyerahkan pertama tanggal 29 Desember 2020 ke rekening An. Muhammad Israi Ahmadillah sebesar Rp. 110.009.570 (seratus sepuluh juta sembilan ribu lima ratus tujuh puluh rupiah). 

Pada tanggal 30 Desember 2020 saksi korban Muhammad mentransfer kerekening An. Muhammad Israi Ahmadillah sebesar Rp 40 juta, pada tanggal 12 Januari 2021 saksi korban Muhammad mentransfer kerekening An. Muhammad Israi Ahmadillah sebesar Rp.100 juta dan pada tanggal 25 Januari 2021 saksi korban Muhammad mentransfer kerekening An. Muhammad Israi Ahmadillah sebesar 50 juta.

Kemudian pada tanggal 20 Februari 2021 saksi korban meminta kepada terdakwa untuk membawa pemilik tanah yaitu saksi Suardi ke Kantor Notaris dengan tujuan untuk membuat Akta Jual Beli Tanah dan sekaligus untuk pelunasan pembelian tanah tersebut. Namun saksi Suardi selaku pemilik tanah dan terdakwa tidak datang dan selanjutnya saksi korban Muhammad mendatangi saksi Suardi dan dari keterangan saksi Suardi uang yang diterima saksi Suardi adalah sebesar Rp 10 juta dan saksi Suardi baru mengetahui bahwa tanah milik saksi Suardi dihargakan Rp. 530 juta, sementara tanah tersebut dijual oleh saksi Suardi seharga Rp. 1.300.000.000,-  (satu milyar tiga ratus juta rupiah).

Mendapat informasi tersebut saksi korban Muhammad merasa keberatan dan membuat laporan ke Polsek Medan Baru. Dan saksi korban Muhammad Mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini