Diduga Lecehkan Profesi Advokat, Kejari Asahan Akan Dilaporkan ke Jamwas

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Tim kuasa hukum Muhammad Sahlan (35) yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Ternak Lembu di Dinas Peternak dan Hewan tahun 2019. Akan laporkan Kejaksaan Negeri(Kejari) Asahan,ke Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI dan DPR RI Komisi 3 dengan dugaan pelecehan profesi Advokat yang dilakukan oleh Kejaksaan Asahan.

"Kami dilarang masuk oleh Kejari Asahan dengan alasan protokol kesehatan dan lebih gak profesional lagi bahwa kantor Kejari Asahan dikunci. Dan kami di suruh berhadapan oleh penjaga gerbang sewaktu mau masuk," tegas Zulkifli SH selaku Kordinator penasehat Hukum Muhammad Sahlan saat menggelar konfrensi pers, Jum'at (24/9/2021) di Cafe Beno Kisaran.

Zulkifli menyayangkan, tindakan yang dilakukan oleh pihak Kejari Asahan terhadap penasehat hukum Muhammad Sahlan tersebut sangat menghina profesi mereka. Pasalnya, dalam aturan hukum, penasehat hukum itu memiliki kebebasan dalam bertemu dengan klien nya namun hal ini kita lihat pihak Kejaksaan Asahan telah lakukan pembatasan yang kami duga adanya intervensi. 

"Dengan ini kami menyatakan sikap atas kekecewaan kami," kata penasehat hukum Muhammad Sahlan sembari mengatakan jika larangan masuk itu karena protokol kesehatan, tim nya sudah mentaati rotokol kesehatan dengan menjaga jarak serta menggunakan masker. 

Penasehat hukum saat hadiri sidang kasus Muhammad Sahlan pada Kamis (23/9/2021) kemarin, hanya diperbolehkan masuk 2 orang saja, selebihnya tidak diperbolehkan masuk. Padahal Muhammad Sahlan memiliki sebanyak 37 orang penasehat hukum yang siap mendampingi kasusnya. 

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Sahlan disangka kan terlihat kasus korupsi lembu Tahun Anggaran 2019, ditemukan kerugian negara sebanyak Rp. 600 juta lebih. (Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini