Anggaran Baju Seragam Sekolah Rp 7 Miliar Dipertanyakan

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo


Dailysatu.com- Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Johannes Hutagalung, mempertanyakan alokasi dana sebesar Rp 7 miliar pada Dinas Pendidikan (Disdik) untuk pengadaan baju seragam sekolah dan sepatu bagi siswa kurang mampu pada SD dan SMP di Kota Medan.

“Seberapa urgen pengalokasian anggaran itu dan bagaimana realisasi sistem pendistribusiannya di lapangan,” tanya Johannes Hutagalung dalam rapat pembahasan P-APBD Kota Medan TA 2021 dengan Disdik Kota Medan, Minggu (26/9/2021) dipimpin Ketua Komisi, Surianto.


Politisi PDI Perjuangan itu mengaku, khawatir penyaluran tidak tepat sasaran, sehingga menimbulkan kecemburuan jika pembagiannya tidak merata.

"Apalagi, kondisi saat ini banyak warga Medan menjadi kurang mampu akibat dampak Covid-19,” kata Johannes.

Johannes meminta Disdik untuk transparan jumlah warga tidak mampu yang mendapatkan bantuan tersebut. “Berapa banyak warga miskin yang mendapatkan bantuan itu. Apakah dengan jumlah segitu sudah mencover seluruh siswa miskin di Kota Medan. Ini harus jelas, sehingga benar benar dirasakan dan tepat sasaran,” papar Johannes.

Legislator asal Dapil V itu menambahkan, akan mengawal bantuan tersebut agar tepat sasaran. “Kita tidak setuju jika pengadaan bantuan itu menjadi ajang manfaat mencari keuntungan pribadi atau golongan,” tegasnya.


Menanggapi itu staf Disdik Kota Medan, Ilhama, mengatakan pihaknya memang ada mengalokasikan anggaran pengadaan baju seragam sekolah SD dan SMP sebesar Rp7 miliar di tahun 2021.

“Anggaran itu untuk pengadaan baju seragam untuk siswa miskin. Kriteria bagi siswa yang mendapat, harus memiliki surat miskin dari Lurah yang dikordinir Kepala sekolah. Yang mendapat saat ini masih berdasarkan kuota,” ungkapnya. (DS/ Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini