Vaksinasi Terhadap 58.000 Karyawan dan Masyarakat Oleh GAPKI Diduga Tidak Sesuai Permenkes

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Vaksinasi terhadap 58.000 karyawan dan masyarakat yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Utara dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang digelar di RS Sri Pamela Torgamba PTPN III pad,  Rabu !4/8/2021) lalu diduga tidak sesuai dengan Permenkes.

Pasalnya, menurut aturan yang tertuang dalam Permenkes Nomor 23 tahun 2021 tentang perubahan ketiga atas peraturan Menteri Kesehatan nomor 10 tahun 2021,

tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19).

Dalam Permenkes itu dijelaskan , pelaksanaan dan pemberian vaksin diatur melalui Program Vaksinasi Nasional Covid-19 dan Program Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan, Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan hanya menggunakan vaksin Sinopharm dengan sasaran sekitar 7.5 juta penduduk usia diatas 18 tahun.

Berbeda dengan Program Vaksinasi Nasional Covid-19 gratis yang menggunakan Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm dan Novavax dengan sasaran lebih dari 200 juta penduduk usia diatas 12 tahun.

Sementara, ketika awak media menghubungi nomor handphone yang tertera dilaman website Gapki, pihak Gapki Sumut mengatakan jika vaksin yang dipergunakan pada vaksinasi yang digelar di RS Sri Pamela Torgamba PTPN III adalah vaksin sinovac. "(Vaksin) Sinovac" jawab yang mengaku bernama Nur dengan singkat, Selasa (24/8/2021).

Lain halnya dengan Ketua DPRD Sumut, Drs. Baskami Ginting mengaku belum mengetahui acara yang diselenggarakan Gapki dan PemprovSU dan masih akan mencari tahu. "Saya belum mendengar itu, dan akan mencari tahu terlebih dahulu biar bisa komentar", sebutnya singkat via telpon Selasa (24/8/2021).

Kemudian pemakaian vaksin Sinovac yang dihadiri dan acara pembukaan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi itu diakui Kadis Kesehatan Labuhanbatu, walau tidak hadir pada acara tersebut. "Vaksin jenis Sinovac, dan itu dari Dinkes Provsu dan Gapki Sumut" ucap Kamal Ilham kepala dinas kesehatan kabupaten Labuhanbatu via telpon, Selasa (24/8/2021).

Pemakaian Vaksin Sinovac termasuk dalam vaksin program, vaksin yang diatur lewat Permenkes dengan jelas mengatakan jika vaksin program hanya diperuntukkan untuk masyarakat umum dan bukan kepada karyawan. 

Pemberian vaksin program untuk masyarakat umum kepada karyawan secara masif tentu mengurangi jatah masyarakat, selain itu Gapki Sumut dan Pemprovsu tidak mengindahkan aturan hukum sebagaimana diatur dalam Permenkes. (Ds/zulharahap/rel).

Share:
Komentar

Berita Terkini