Periksa Izin Galian C Proyek Plat Dwiker di Desa Kuta Meriah

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Kegiatan galian C pada pembangunan Jembatan dan Plat Dwiker Tahun 2020 Desa Kuta Meriah, Kecamatan Kerjaan, Kabupaten Pakpak Bharat yang diduga ilegal terus menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat.

Termasuk dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pemberdayaan Anak Bangsa Indonesia, yang meminta Polres Pakpak Bharat agar memeriksa aktivitas usaha tambang Galian C pada pembangunan Jembatan dan Plat Dwiker Tahun 2020 tersebut.

“Kita meminta pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Pakpak Bharat untuk segera memeriksa izin Galian C di Desa Kuta Meriah Kecamatan Kerajaan, karena kami menilai kinerja Inspektorat jalan ditempat. Bayangkan saja sampai sekarang belum dilakukan audit di Desa Kuta Meriah, padahal banyak proyek yang disinyalir syarat korupsi,” tegas Hari Silaen selaku ketua LSM Forum Pemberdayaan Anak Bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan guna menindak lanjuti adanya laporan warga, bahwa material yang digunakan dalam membangun jembatan dan plat dwiker di Desa Kuta Meriah diduga tak miliki izin galian. Material diduga ilegal itu juga terkesan kebal hukum dan disinyalir menyimpang serta bertentangan dengan program pemerintah Republik Indonesia dalam hal memerangi ilegal mining.

Hari Silaen juga menyayangkan kinerja pemerintah Pakpak Bharat saat ini yang tidak serius dalam pengawasan keuangan dana Desa seluruhnya, baik dalam hal pertambangan maupun penggunaan dana desa yang selama ini jelas-jelas telah diatur dalam undang-undang dan peraturan turunan terkait lainnya, yang sangat berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara dan daerah.

Sementara TPKD Kegiatan Desa Kuta Meriah Arman Padang menyebutkan tidak tahu menahu soal galian ia menyebutkan, untuk material batu padas pihaknya memanfaatkan batu batas dari lokasi proyek langsung. (Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini