Penyekatan Jalan di 5 Kecamatan Potensi Timbulkan Kluster Baru

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Penyekatan jalan disejumlah kecamatan di Kota Medan dinilai berpotensi menimbulkan klaster baru Covid 19, maka dari itu harus diusulkan kembali kepada pemerintah untuk memberlakukan Lockdown terbatas guna mengurangi penyebaran pandemi.

Demikian dikatakan Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Pdt Berkat Kurniawan Laoly menyikapi Penyekatan di lima kecamatan di Kota Medan yang berstatus penyumbang kasus Covid-19 tertinggi disekat mulai, Rabu (11/8/2021). 

Adapun lima kecamatan tersebut yakni Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Helvetia, Medan Selayang. 

Merespon ini, Berkat menyebutkan, penyekatan jalan di kawasan tertentu dikhawatirkan menimbulkan klaster baru, karena akan terjadi penumpukan kendaraan dititik lain yang berdekatan.

"Di satu sisi, kita lihat penyekatan dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid, terutama dikawasan rawan pandemi, namun di lain pihak dipastikan terjadi penumpukan kendaraan dan kerumunan pengendara di kawasan berdekatan," ujarnya.

Kebijakan ini, menurut Berkat dikhawatirkan tidak mendukung sepenuhnya upaya pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, yang setiap periodik kini telah diperpanjang.

PPKM darurat pun telah memberi dampak ikutan pada kegiatan masyarakat yang selama ini telah terbelenggu akibat berbagai pembatasan. 

Berkat Laoly berpendapat, kebijakan yang dibuat dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 hendaknya tidak selalu sama penerapannya. 

"Kita lihat sebelumnya ada PPKM Mikro, nah ini ada lagi PPKM darurat, toh di lapangan kita lihat selalu berujung pada pembatasan kegiatan masyarakat, dan kita tidak melihat indikator perubahan nyata," sebutnya.

Karenanya, dewan mengusulkan dikaji kemungkinan pemberlakuan kegiatan (lockdown) terbatas kepada masyarakat. 

"Penuhi kebutuhan mereka selama berada di rumah," katanya.

Pihaknya juga meminta Gubsu untuk mengevaluasi kinerja Satgas apakah sudah ada perubahan yang berarti, dan memikirkan langkah-langkah lanjutan yang lebih memberi keleluasaan kepada masyarakat.

"Kita juga nanti akan jajaki kemungkinan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 jilid II, dengan stressing point pengelolaan anggaran yang lebih memberi manfaat nyata, dalam rangka menekan penyebaran Covid-19," pungkasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini