Pedagang PJM Gunungsitoli Harus Patuhi Surat Edaran Walikota

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pedagang di Pusat Jajanan Malam (PJM) Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, diminta mematuhi Surat Edaran Walikota Gunungsitoli Nomor 400/5631/KESRA/2021 tentang pembatasan kegiatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Bila tidak, maka ada sanksi tegas yang sedang menanti para pedagang. Salah satunya, yakni tidak diperbolehkan lagi berdagang di kawasan PJM Gunungsitoli.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli, Yurisman Telaumbanua S.Sos, M.Ec.Dev, melalui pesan WhatsAppnya, Rabu (11/8/2021).

Yurisman menerangkan, sebagaimana diatur dalam surat edaran Walikota Gunungsitoli pedagang di PJM wajib mengehentikan aktivitasnya Pukul 23:00 Wib malam.

Selain itu, pedagang membatasi pengunjung maksimal 50% dari kapasitas tempat usaha dengan mengatur jarak duduk 1 meter. Tidak melayani pengunjung yang tidak memakai masker, serta menyediakan sarana cuci tangan.

"Setiap pedagang di PJM diharuskan mematuhi Surat Edaran Walikota tersebut. Bila tidak, maka ada sanksi tegas yang menanti", kata Yurisman kepada wartawan.

Menurutnya, adapun sanski tegas itu yakni seperti pedagang tidak diperbolehkan lagi berdagang di kawasan PJM.

Begitupun dengan pedagang di Pasar Tradisional Beringin, Soliga, Eks Terminal Lama, serta pemilik toko dan supermarket diminta untuk mematuhi surat edaran Walikota Gunungsitoli.

"Khusus pemilik toko dan supermarket yang melanggar, kami akan memberikan rekomendasi pencabutan izin usahanya", ujar Yurisman.

Namun demikian, Yurisman menyebut bahwa pemberian sanksi dilakukan saat Satgas Covid-19 Kota Gunungistoli menemukan pedagang yang tidak mematuhi surat edaran tersebut.

"Jika Satgas melaporkan ada pedagang melanggar, kami akan segera menindaklanjuti dengan pemberian sanksi tegas. Jadi, kami berharap kerjasama dari Satgas", tandas Yurisman. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini