Nyabu di Gubuk, Oknum PNS Taput dan 2 Temannya Ditangkap Polisi

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), inisial RS (47), warga Lumban Tongatonga Desa Sipahutar I, Kecamatan Sipahutar, Taput, bersama temannya, yaitu Richo Sahputra Simanjuntak (25), warga Ambarsalengkat Desa Sabungan Nihuta I, Kecamatan Sipahutar, Taput, dan Martahan Silitonga (35), warga yang sama, ditangkap petugas Sat Narkoba  Polres Taput saat asyik mengkonsumsi sabu.

Kapolres Taput, AKBP Ronald FC Sipayung SH SIK MH, melalui Kasubbag Humas Aiptu W Baringbing, Jumat (27/08/2021), kepada wartawan membenarkan penangkapan tersebut. 

Aiptu W Baringbing mengungkapkan, Oknum PNS RS bersama dua rekannya RSS dan MS, ditangkap saat asyik berpesta sabu di sebuah gubuk di Dusun Dolok Nagodang, Desa Sabungan Nihuta III, Kecamatan Sipahutar.

Ketiganya ditangkap pada, Senin (23/08/2021) berawal dari informasi masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkoba di daerah mereka.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi tersebut. Pada hari itu juga sekira pukul 13.00 Wib, dilakukan penggerebekan di gubug yang disebut  sering menjadi tempat penyalahgunaan narkotika. 

"Pada saat penggerebekan di gubug, petugas menangkap tiga orang tersebut yang sedang mengkonsumsi sabu. Dari lokasi ditemukan barang bukti sabu seberat 0,33 gram dan satu unit bong  alat isap sabu," ujar Aiptu Baringbing.

Setelah dilakukan penyidikan, lanjutnya, ketiga orang  tersangka ini murni hanya sebagai pengguna dan bukan pengedar, tidak terlibat sebagai jaringan nasional maupun Internasional.

Hal ini di buktikan dari barang bukti yang disita, juga pengakuan tersangka serta petunjuk-petunjuk yang dicari, seperti test barang bukti dan test urine ke laboratorium forensik.

Aiptu Baringbing menambahkan, ketiga tersangka saat ini dibawa ke kantor BNN Pematang Siantar untuk assesmen. Dari hasil Litsus BNN nanti akan diambil kesimpulan apakah diproses sesuai dengan prosedur hukum atau dilakukan rehabilitasi. (ds/Bisnur Sitompul)

Share:
Komentar

Berita Terkini